Liputan6.com, Jakarta Kebijakan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dinilai efektif menciptakan kesadaran pengendara untuk lebih tertib berlalu lintas.
Data Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat, jumlah pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan yang signifikan.
Advertisement
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menyampaikan, sepanjang Maret 2025 tercatat sekitar 150.000 pelanggaran.
Namun, pada April, jumlah itu menurun drastis menjadi sekitar 80.000 pelanggaran.
Dia mengatakan, hal ini menunjukkan ETLE memberikan dampak yang positif dalam memperbaiki perilaku berkendara.
"Di lampu merah sekarang banyak yang tertib. Di perempatan Pancoran, kuningan, mereka takut melanggar garis. Karena mereka takut diblokir, kena ETLE terus bayar denda," kata Argo saat dihubungi Rabu (7/5/2025).
Menurut Argo, efektivitas ETLE meningkat seiring perubahan mekanisme konfirmasi pelanggaran.
Sebelumnya, surat tilang dikirim melalui pos, namun dianggap tidak optimal. Sehingga, konfirmasi pelanggaran berubah ke aplikasi WhatsApp.
“Dari 150 ribu pelanggar, yang dikirim cuma seribu. Begitu diubah melalui WhatsApp, sehari bisa sampai 17 ribu," ucap dia.
Viral Masyarakat Marah
Pelayanan di Subdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sempat terganggu akibat pemadaman listrik, pada Senin (5/5/2025).
Hal itu terungkap setelah kekacauan di Subdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya diabadikan oleh salah seorang pengunjung, dan videonya viral di media sosial.
Terlihat seorang pria berbadan gempal dengan kaos putih meluapkan emosinya di ruang pelayanan. Tindakan pria itu mengundang perhatian beberapa pengunjung lain, bahkan diantara mereka ikut membuat kegaduhan.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menjelaskan, insiden ini dipicu karena adanya kerusakan gardu listrik PLN di Gedung Biru, kawasan Polda Metro Jaya.
Saat itu, petugas PLN langsung melakukan perbaikan sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Hal itu menyebabkan layanan ETLE hingga pengurusan berkas kendaraan bermotor tak dapat beroperasi.
"Jadi kemarin memang listrik mati, langsung off. Sistem shutdown karena ada pemadaman dari PLN. Ada perbaikan pada saat proses perbaikan itulah ETLE gak bisa diaktifkan," kata Argo kepada wartawan, Rabu (7/5/2025).
Menurut Argo, warga yang terekam marah-marah di lokasi pelayanan kemudian difasilitasi oleh petugas. Setelah mendapat penjelasan terkait kendala teknis yang terjadi, warga tersebut disebut telah meminta maaf.
"Kami sudah menemui, menjelaskan dan setelah itu. Dijelaskan duduk perkara yang bersangkutan langsung minta maaf," ujar dia.