Israel Perintahkan Penutupan Sekolah UNRWA di Yerusalem Timur, 800 Anak Terancam Kehilangan Pendidikan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 06 Mei 2025, 21:40 WIB
Israel Perintahkan Penutupan Sekolah UNRWA di Yerusalem Timur, 800 Anak Terancam Kehilangan Pendidikan
Lembaga Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan bahwa pendidikan 800 siswa di Yerusalem Timur terancam karena perintah penutupan sekolah-sekolah mereka oleh Israel. Sebelumnya, pihak berwenang Israel telah memerintahkan enam sekolah yang dioperasikan UNRWA di Yerusalem Timur untuk ditutup paling lambat 8 Mei 2025. Enam sekolah yang akan ditutup tiga di antaranya berada di kamp pengungsi Shuafat dan lainnya di dalam Yerusalem Timur. Pihak berwenang Israel beralasan perintah penutupan tersebut karena tidak memiliki izin. Berdasarkan perintah tersebut, tidak seorang pun akan diizinkan masuk ke sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, dan staf lainnya.
Siswi-siswi sekolah Palestina berjalan-jalan di taman bermain sekolah yang dikelola Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di kamp pengungsi Shuafat, Yerusalem Timur pada 6 Mei 2025. (AHMAD GHARABLI/AFP)
Lembaga Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan bahwa pendidikan 800 siswa di Yerusalem Timur terancam karena perintah penutupan sekolah-sekolah mereka oleh Israel. (AHMAD GHARABLI/AFP)
Sebelumnya, pihak berwenang Israel telah memerintahkan enam sekolah yang dioperasikan UNRWA di Yerusalem Timur untuk ditutup paling lambat 8 Mei 2025. (AHMAD GHARABLI/AFP)
Enam sekolah yang akan ditutup tiga di antaranya berada di kamp pengungsi Shuafat dan lainnya di dalam Yerusalem Timur. (AHMAD GHARABLI/AFP)
Pihak berwenang Israel beralasan perintah penutupan tersebut karena tidak memiliki izin. (AHMAD GHARABLI/AFP)
Berdasarkan perintah tersebut, tidak seorang pun akan diizinkan masuk ke sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, dan staf lainnya. (AHMAD GHARABLI/AFP)
Penutupan tersebut dianggap sebagai bagian dari serangan Israel terhadap UNRWA berikut mandatnya untuk melayani pengungsi Palestina. (AHMAD GHARABLI/AFP)
Roland Friedrich, Direktur urusan UNRWA untuk Tepi Barat, menyebut penutupan sekolah oleh Israel sebagai ancaman serius terhadap hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan. (AHMAD GHARABLI/AFP)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya