Ini Senjata Indonesia Tangkal Dampak Gonjang Ganjing Ekonomi Global

Di tengah perlambatan ekonomi global dan ancaman perang dagang, sektor pertanian Indonesia justru tumbuh paling tinggi pada kuartal I 2025 dengan laju 10,52%, berkontribusi sebesar 1,1% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

oleh Septian DenyDiterbitkan 06 Mei 2025, 10:50 WIB
Suasana gedung pencakar langit di Jakarta, Selasa (15/11/2022). Berdasarkan data Kementerian Investasi, ekonomi AS per kuartal III adalah 1,8%, sementara ekonomi Korea Selatan adalah 3,1%. (Liputan6.com/Johan Tallo)

 

Liputan6.com, Jakarta Di tengah perlambatan ekonomi global dan ancaman perang dagang, sektor pertanian Indonesia justru tumbuh paling tinggi pada kuartal I 2025 dengan laju 10,52%, berkontribusi sebesar 1,1% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyoroti peran sektor pertanian yang kini makin vital. “Kekuatan sektor ini sangat penting untuk Indonesia di tengah gejolak global yang terjadi. Ke depannya, kebijakan seperti Makan Bergizi Gratis akan menjadi pendorong penting untuk sektor pertanian,” ujarnya, dikutip Selasa (6/5/2025).

Selain pertanian, sektor manufaktur tumbuh 4,55% dan perdagangan 5,03%. Sektor informasi-komunikasi juga tumbuh tinggi sebesar 7,72%. Fakhrul menekankan bahwa sinyal pemulihan ini perlu diperkuat dengan eksekusi cepat dari program strategis pemerintah.

“Ke depannya, pemerintah harus lebih lincah dalam melihat perubahan-perubahan di depan, untuk memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada,” kata Fakhrul.

Ia menambahkan bahwa kuartal kedua akan menjadi momen penting untuk mengakselerasi belanja negara agar dapat menjadi bantalan dari gejolak ekonomi global.

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Tembus Segini

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2025 sebesar 4,87% (yoy), setelah pada triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 5,02% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh kegiatan ekonomi domestik dan kinerja ekspor.

"Ke depan, pertumbuhan ekonomi 2025 diprakirakan berada pada titik tengah kisaran 4,7-5,5% (yoy) dipengaruhi oleh dampak langsung dan tidak langsung kebijakan tarif Amerika Serikat (AS)," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulis, Selasa (6/5/2025).

Dari sisi pengeluaran, PDB triwulan I 2025 ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 4,89% (yoy) seiring dengan aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat yang meningkat selama periode libur tahun baru dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.

​​​

 

Investasi

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan kenaikan 6,5 persen itu dihitung dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Investasi tumbuh sebesar 2,12% (yoy) sejalan dengan realisasi penanaman modal yang tumbuh positif. Konsumsi Pemerintah terkontraksi sebesar 1,38% (yoy) sejalan dengan normalisasi belanja Pemerintah dibandingkan dengan belanja triwulan I 2024 yang tercatat tinggi untuk pelaksanaan Pemilu. Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh positif sebesar 3,07% (yoy).

Sementara itu, ekspor tumbuh sebesar 6,78% (yoy) ditopang oleh permintaan mitra dagang utama, serta ekspor jasa yang tumbuh positif sejalan dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara.

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), PDB triwulan I 2025 dipengaruhi LU Industri Pengolahan dan LU Perdagangan, serta LU Transportasi dan Pergudangan didukung permintaan domestik pada momen Ramadan dan HBKN Idulfitri, serta peningkatan permintaan eksternal.

LU Pertanian juga tumbuh didukung oleh panen raya padi dan jagung. Sementara itu, dari sisi spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 secara tahunan tertinggi tercatat di wilayah Sulampua, diikuti Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Balinusra.

 

Ekonomi RI Tumbuh 4,87 Persen, Erick Thohir: Lebih Baik dari Banyak Negara

Pemandangan gedung-gedung tinggi di kawasan Jakarta, Rabu (23/4/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan banyak negara lain. Pada kuartal I-2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 4,87 persen.

Erick menyampaikan bahwa capaian tersebut melampaui sejumlah prediksi yang sebelumnya memperkirakan kemungkinan terjadinya kontraksi ekonomi.

“Pertumbuhan 4,87 persen ini menurut saya cukup baik. Banyak yang sebelumnya memprediksi akan jauh di bawah itu. Kalau kita bandingkan dengan angka di banyak negara, kondisi kita relatif lebih stabil,” ujar Erick di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Perdagangan PositifIa menambahkan bahwa kondisi perdagangan luar negeri Indonesia juga menunjukkan performa yang positif, meskipun terdapat kekhawatiran atas ketegangan geopolitik antara India dan Pakistan yang bisa berdampak pada ekspor.

“Sekarang ini ada kekhawatiran mengenai situasi India dan Pakistan yang memanas. Jika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, tentu akan berdampak pada perdagangan, terutama untuk komoditas seperti kelapa sawit dan batu bara. India adalah mitra dagang utama kita untuk dua komoditas itu,” tuturnya.

Erick Thohir juga mencermati bahwa nilai tukar rupiah dan kondisi pasar modal Indonesia menunjukkan tren perbaikan.

“Saya rasa, banyak pengamat yang memprediksi salah. Justru kondisi kita lebih baik dari yang diperkirakan,” tegasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya