Angkatan Kerja Melonjak 3,67 Juta Orang, tapi Pengangguran Ikut Naik

Dari total angkatan kerja 153,05 juta orang pada Februari 2025, BPS mencatat sebanyak 145,77 juta orang sudah berhasil mendapatkan pekerjaan.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 05 Mei 2025, 13:29 WIB
Ilustrasi karyawan (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2025, angkatan kerja Indonesia mencapai 153,05 juta orang. Angka ini mengalami penambahan signifikan, yaitu 3,67 juta orang dibandingkan dengan periode sebelumnya.

"Ada penambahan angkatan kerja sebanyak 3,67 juta orang yang tadinya tidak masuk dalam angkatan kerja sekarang sudah masuk," kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2025, di Jakarta, Senin (5/5/2025).

Amalia menjelaskan, penambahan ini disebabkan oleh individu yang sebelumnya tidak terdaftar dalam angkatan kerja, seperti mereka yang baru saja lulus dari sekolah atau mereka yang sebelumnya fokus mengurus rumah tangga dan kini memutuskan untuk bekerja.

"Karena mungkin salah satunya sebelumnya mengurus rumah tangga sekarang dia mau bekerja atau yang lulusan baru dari sekolah yang baru lulus dan lain-lain kemudian dia siap bekerja. Jadi tambahan angkatan kerjanya adalah sebanyak 3,67 juta orang," jelasnya.

Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 145,77 juta orang sudah berhasil mendapatkan pekerjaan. Hal ini juga mencatatkan adanya penambahan pekerja baru sebanyak 3,59 juta orang pada periode ini. "Jadi untuk kondisi Februari 2025 ada tambahan jumlah angkatan kerja sebanyak 3,67 juta orang dan juga ada tambahan orang yang bekerja sebesar 3,59 juta orang," ujarnya.

Angka Pengangguran Masih Tercatat 7,28 Juta Orang

Meskipun ada peningkatan jumlah pekerja, angka pengangguran di Indonesia pada Februari 2025 tercatat sebanyak 7,28 juta orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 83,45 ribu orang dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Sementara yang belum mendapatkan pekerjaan atau dengan kata lain menganggur di pasar kerja kita itu jumlahnya adalah 7,28 juta orang dan terdapat tambahan jumlah menganggur kira-kira sebesar 83,45 ribu orang atau 83,450 ribu orang," katanya.

Tantangan Kurangi Pengangguran

penyebab pengangguran ©Ilustrasi dibuat AI

Kondisi ini menunjukkan adanya perkembangan positif dalam penyerapan tenaga kerja, meskipun tantangan dalam mengurangi angka pengangguran masih perlu perhatian lebih lanjut. BPS mencatat bahwa tambahan angkatan kerja dan pekerja menunjukkan dinamika pasar tenaga kerja yang terus berkembang.

TPAK Februari 2025

Adapun kata Amalian, sejalan dengan aktivitas ekonomi yang tetap tumbuh, tingkat partisipasi angkatan kerja juga terus meningkat.  TPAK pada Februari 2025 mencapai 70,60 persen.

"Di mana angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu pada bulan Februari 2024," ujarnya.

Jika kita bedakan menurut jenis kelamin, maka TPAK laki-laki lebih tinggi dari TPAK perempuan. Di mana TPAK laki-laki mencapai 84,34 persen, sementara TPAK perempuan mencapai 56,70 persen. "Jika dibandingkan Februari 2024 peningkatan TPAK perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan TPAK laki-laki," pungkasnya.

Realisasi Investasi RI Rp 465,2 Triliun di Kuartal I 2025, Serap 594.104 Tenaga Kerja

Ilustrasi investasi. (Foto: Freepik/Funtap)

Sebelumnya, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp465,2 triliun pada kuartal pertama 2025. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani mengungkapkan, angka tersebut merupakan pertumbuhan 15,9% secara tahunan (year on year/YoY).

Realisasi investasi itu juga naik 2,7% secara kuartalan (quarter to quarter/QtQ). Investasi tersebut juga menghasilkan penyearapan tenaga kerja hingga 594.104 orang atau tumbuh 8,5% (YoY).

"Ini adalah salah satu indikator yang sangat baik di tengah meningkatnya tensi geopolitik, tensi geoekonomi,” ujar Rosan dalam konferensi pers capaian realisasi investasi yang disiarkan pada Selasa (29/4/2025).

“Alhamdulillah kita melihat appetite investor dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia terus meningkat," bebernya.

Realisasi investasi kuartal I/2025 setara dengan 24,4% dari total target investasi tahun ini senilai Rp1.905,6 triliun.

Adapun investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) pada kuartal I 2025 menyentuh level Rp230,4 triliun atau 49,5% dari total investasi. Kemudian penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp50,5 triliun atau 50,5% dari total investasi.

Lebih lanjut Rosan memaparkan, realisasi investasi luar Jawa pada kuartal I/2025 mencapai Rp235,9 triliun atau 50,7% dari total investasi. Selanjutnya, realisasi investasi di Jawa pada kuartal pertama 2025 mencapai Rp229,3 triliun atau 49,3% dari total investasi.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya