Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, umat Islam ada baiknya mempersiapkan diri baik secara spiritual maupun praktis. Salah satu bentuk kesiapan tersebut adalah dengan melaksanakan puasa sunah di bulan Dzulhijjah, Lalu, kapan waktu yang tepat untuk menjalankan puasa sunnah sebelum Idul Adha, dan jenis puasa apa saja yang dianjurkan?
Puasa sunnah sebelum Idul Adha merupakan amalan yang sarat keutamaan, sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadis. Di antara keutamaannya adalah pengampunan dosa dan limpahan pahala dari Allah SWT. Oleh karena itu, memahami waktu pelaksanaan dan jenis puasa yang dianjurkan menjadi hal yang penting bagi umat Islam.
Advertisement
Berdasarkan laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), puasa sunnah menjelang Idul Adha dilaksanakan pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah. Di antara hari-hari tersebut, yang paling dianjurkan adalah puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Puasa ini dikenal secara umum sebagai puasa Dzulhijjah, dengan masing-masing hari memiliki keutamaan tersendiri.
Puasa Dzulhijjah dari tanggal 1 hingga 7 menjadi momentum meningkatkan ibadah di awal bulan suci ini. Sementara itu, puasa Tarwiyah dan Arafah dianggap memiliki ganjaran yang lebih besar, terutama puasa Arafah yang disebut dalam hadis mampu menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.
Menjalankan puasa-puasa ini merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus menyambut Idul Adha dengan jiwa yang lebih bersih dan tenang. Karenanya, umat Islam sangat dianjurkan untuk memaksimalkan 10 hari pertama Dzulhijjah dengan memperbanyak ibadah, khususnya melalui puasa sunnah.
Kapan Puasa Idul Adha 2025?
Merujuk pada informasi dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), puasa sunnah menjelang Idul Adha 2025 dianjurkan untuk dimulai sejak 1 Dzulhijjah, yang diperkirakan jatuh pada 28 Mei 2025. Umat Islam dapat memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak ibadah, khususnya dengan menjalankan puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar.
Berikut jadwal lengkap puasa sunnah menjelang Idul Adha 2025:
Puasa Dzulhijjah: Dilaksanakan mulai 1 hingga 7 Dzulhijjah, atau bertepatan dengan 28 Mei hingga 3 Juni 2025. Puasa ini sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang ingin memaksimalkan amalan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Puasa Tarwiyah dan Arafah: Jatuh pada 8 dan 9 Dzulhijjah, yakni tanggal 4 dan 5 Juni 2025. Dua hari ini memiliki keutamaan yang lebih utama, terutama puasa Arafah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Puasa Arafah disebutkan dalam sejumlah hadis memiliki pahala besar, yaitu menghapus dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.
Oleh karena itu, umat Islam disarankan untuk memanfaatkan waktu dari tanggal 28 Mei hingga 5 Juni 2025 untuk melaksanakan puasa sunnah dengan penuh kesungguhan dalam menyambut Idul Adha yang jatuh pada 6 Juni 2025.
Hukum Puasa Idul Adha
Hukum puasa sunnah sebelum Idul Adha adalah sunnah muakkad, yaitu sangat dianjurkan, namun tidak wajib. Dengan kata lain, umat Islam yang melaksanakan puasa ini akan mendapatkan pahala yang besar, namun mereka yang tidak melaksanakannya tidak akan berdosa. Puasa ini menjadi cara yang sangat baik untuk memperbaiki amal dan meraih keberkahan dari Allah SWT, khususnya pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Puasa Arafah, yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, dianggap sebagai puasa yang sangat utama, karena mampu menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah juga memiliki keutamaan serupa, meskipun lebih dianjurkan bagi mereka yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Meskipun hukum puasa sebelum Idul Adha adalah sunnah, namun keberkahan yang didapatkan sangat besar, dan dianjurkan untuk dimanfaatkan oleh setiap Muslim yang ingin meraih pahala di bulan yang penuh berkah ini.