Liputan6.com, Jakarta Pertunjukan megah Disney On Ice kembali menyapa penggemar di Indonesia tahun ini, dengan dua kota besar yang menjadi tuan rumah: Surabaya dan Jakarta. Setelah digelar di Jatim Expo Surabaya pada 23–27 April 2025, kini giliran warga ibu kota yang bisa menikmati pertunjukan tersebut di Istora Senayan, Jakarta, mulai 2 hingga 11 Mei 2025.
Promotor dari Disney On Ice di Indonesia, Roderick Tjandra dari One Step Forward, mengungkapkan bahwa skala produksi pertunjukan ini sangat besar.
Advertisement
“Total kita punya 20 show, dengan kapasitas per show sekitar 8.800 penonton,” ungkapnya saat ditemui Isotora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/5/2025).
Di balik gemerlap panggung dan keindahan aksi para tokoh Disney di atas es, terdapat proses produksi yang sangat kompleks.
“Yang mereka bawa itu 25 kontainer gede. Jadi secara transportasi dan akomodasi itu lumayan banyak. Cast sama crew itu sampai 100 orang,” jelas Roderick. Ia menambahkan, instalasi panggung memerlukan standar khusus dan persiapan teknis yang tidak sederhana.
Roderick mengisahkan, proses pembuatan arena es di Istora Senayan membutuhkan perhatian khusus agar tidak merusak lantai venue.
“Kita bikin esnya dulu. Jadi dilapisi biar lantainya nggak rusak, dilayer dulu, baru kita bekukan. Itu prosesnya 3 hari,” ujarnya.
Loading Logistik
Setelah es terbentuk sempurna, barulah kru mulai memasukkan properti dan perlengkapan lainnya yang memakan waktu total hingga lima hari. Bagian paling menantang dari produksi menurut Roderick adalah dari sisi logistik. Hal ini terutama terasa saat menggelar pertunjukan di Surabaya.
“Dari luar negeri masuk ke port Surabaya, terus masuk ke venue yang aksesnya kecil. Jadi kita butuh waktu buat kontainer turun dan masuk ke dalam, itu yang bikin lama,” paparnya.
Berbeda dengan Surabaya, proses logistik di Jakarta dinilai jauh lebih lancar. “Kalau Jakarta lebih mendingan karena besar, ini Istora, jadi bisa masuk semua,” kata Roderick.
Disney On Ice
Meski terlihat sempurna di atas panggung, kerja keras di balik layar menunjukkan betapa rumit dan besarnya produksi internasional ini. "Air conditioner juga harus nyala terus, jadi banyak add on yang sangat lumayan, yang namanya es kan harus dingin," tutupnya.
Sementara itu, pertunjukan tersebut akan menggabungkan beragam kisah dongeng putri-putri Disney. Dimulai dari cerita Encanto yang menghadirkan Mirabel dan keluarganya. Penonton akan diajak mempelajari bahwa setiap orang memiliki keistimewaan.
Pertunjukan itu juga menghadirkan Moana dan Maui dalam perjalanan melintasi lautan. Sementara, Elsa dari Frozen membawa misi melindungi Arendelle.