Daftar 10 Saham yang Dibeli Investor Asing saat IHSG Menghijau

Investor asing beli saham Rp 142,60 miliar pada perdagangan Rabu, 30 April 2025. Berikut 10 saham yang dibeli investor asing.

oleh Agustina MelaniDiperbarui 02 Mei 2025, 13:40 WIB
Kebijakan buyback saham merupakan pelaksanaan pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,26% ke posisi 6.766 pada perdagangan Rabu, 30 April 2025. Penguatan IHSG terjadi didukung aksi beli saham oleh investor asing.

Sebelum libur Hari Buruh Internasional, total volume perdagangan mencapai 24,19 miliar saham dan nilai transaksi Rp 14,47 triliun. Sedangkan total frekuensi perdagangan 1,29 juta kali. Seiring penguatan IHSG itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 11,70 triliun.

Pada perdagangan akhir April 2025, sebanyak 308 saham menguat, 318 saham melemah dan 180 tidak bergerak nilainya.

Selain itu, investor asing membukukan aksi beli senilai Rp 142,60 miliar. Dengan demikian, sepanjang 2025, investor asing menjual saham Rp 50,71 triliun.

Berikut 10 saham yang dibeli oleh investor asing sepanjang Rabu, 30 April 2025 berdasarkan data stockbit:

1.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Investor asing beli saham BBCA senilai Rp 440,35 miliar.

2.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Investor asing beli saham TLKM senilai Rp 111,52 miliar

3.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Investor asing beli saham ANTM senilai Rp 104,38 miliar

4.PT Astra International Tbk (ASII)

Investor asing beli saham ASII sebesar Rp 59,56 miliar.

5.PT Chandra Asia Pacific Tbk (TPIA)

Investor asing beli saham TPIA senilai Rp 47,35 miliar

6.PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)

Investor asing borong saham HRTA senilai Rp 31,38 miliar.

7.PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Investor asing borong saham CPIN senilai Rp 22,75 miliar

8.PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Investor asing borong saham PTBA senilai Rp 20,21 miliar

9.PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Investor asing beli saham AMRT senilai Rp 19,68 miliar

10.PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Investor asing beli saham PGAS senilai Rp 15,90 miliar

 

Sambut Libur Hari Buruh, IHSG Ditutup Perkasa

Opsi kebijakan buyback tanpa RUPS merupakan salah satu kebijakan yang sering dikeluarkan di sektor pasar modal dan dapat meningkatkan fleksibilitas harga saham. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu sore ini. Penguatan IHSG ini mengikuti kenaikan bursa saham kawasan Asia. Pada Rabu (30/4/2025), IHSG ditutup menguat 17,73 poin atau 0,26 persen ke posisi 6.766,80. Sementara indeks LQ45 naik 4,32 poin atau 0,57 persen ke posisi 761,51.

"Sentimen eksternal dan internal menopang penguatan indeks IHSG," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dikutip dari Antara.

Dari mancanegara, bursa regional Asia bergerak menguat dibayangi progres proses negosiasi tarif dagang dan juga aktivitas manufaktur dan nonmanufaktur China yang mengecewakan.

Pelaku pasar tetap berhati-hati di tengah sinyal yang saling bertentangan dari Amerika Serikat (AS) dan China tentang kemajuan yang telah dicapai dalam meredakan sengketa perdagangan yang mengancam pertumbuhan global.

Presiden AS Donald Trump telah menandatangani tarif otomotif dari tarif impor, sehingga mengurangi beban tarif secara keseluruhan. Produsen mobil yang sudah membayar tidak akan dikenakan tarif tambahan.

Trump bersama Menteri Keuangan Scott Bessent dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick menyatakan bahwa AS telah berhasil mencapai kesepakatan dagang yang menguntungkan dengan berbagai negara di Asia.

 

Data Ekonomi China

Pekerja membongkar kotak dari bagian belakang truk di luar pusat perbelanjaan di Beijing, China, Senin (6/3/2023). Pejabat ekonomi China menyatakan keyakinannya bahwa mereka dapat memenuhi target pertumbuhan tahun ini sekitar 5 persen dengan menghasilkan 12 juta pekerjaan baru dan mendorong pengeluaran konsumen setelah berakhirnya kontrol antivirus yang membuat jutaan orang tetap di rumah. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Selain itu, pernyataan Scott Bessent tentang kemajuan substansial negosiasi tarif, dan kesepakatan akan segera terjadi untuk India dan Korea Selatan. Pelaku pasar berharap ini akan menjadi putaran baru perubahan kebijakan tarif dagang untuk meredakan ketegangan bilateral.

Dari China, PMI Manufaktur NBS resmi China turun menjadi 49,0 pada April 2025 dari 50,5 pada Maret 2025, atau lebih rendah dari konsensus 49,8 dan PMI Non-Manufaktur NBS resmi China merosot ke 50,4 pada April 2025 dari level tertinggi tiga bulan sebesar 50,8 pada Maret, meleset dari ekspektasi pasar sebesar 50,7.

Data itu memperkuat kekhawatiran tentang dampak ekonomi yang lebih luas dari ketegangan perdagangan, terutama karena masih belum jelas apakah Beijing dan Washington secara aktif terlibat dalam negosiasi.

Sejauh ini, otoritas China menahan diri untuk tidak meluncurkan langkah-langkah stimulus yang agresif, sebaliknya memilih pendekatan yang lebih terukur dalam menanggapi dampak tarif.

 

Sentimen Dalam Negeri

Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari dalam negeri, sentimen pasar seiring dengan rilis laporan kinerja keuangan emiten periode kuartal I 2025 dan rangkaian rapat umum pemegang saham (RUPS) yang diikuti dengan estimasi pembagian dividen, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor, yang mendorong aliran modal masuk.

Selain itu, rebalancing indeks LQ45/IDX30 hari ini berpotensi menciptakan likuiditas yang lebih baik, mendukung sentimen positif di pasar domestik.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat dimana sektor kesehatan paling tinggi yaitu 2,76 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor properti yang naik masing-masing 1,62 persen dan 0,66 persen.

Sedangkan, lima sektor terkoreksi di mana sektor infrastruktur turun paling dalam yaitu minus 1,29 persen, diikuti sektor industri dan sektor teknologi yang masing-masing minus 0,57 persen dan minus 0,37 persen.

 

 

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya