Ini Kunci Biar Pertumbuhan Ekonomi Bisa Lompat Tinggi

Pertumbuhan dan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Banten di Triwulan IV-2024 sebesar 4,79% dan sudah memberikan kontribusi terhadap perekonomian Pulau Jawa sebesar 6,96 %.

oleh Septian DenyDiperbarui 01 Mei 2025, 16:52 WIB
Deretan gedung perkantoran di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Dalam menghadapi tantangan global, dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha agar dapat bersinergi, saling berkomunikasi terkait permasalahan dan solusi yang dapat dilakukan agar iklim investasi kondusif guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Banten Andra Soni dalam Coffee Morning Gubernur Banten dengan para pelaku usaha dengan tema Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha untuk Meningkatkan Investasi dan Daya Saing Provinsi Banten.

"Sehingga kita dapat memberikan berkontribusi investasi yang nyata hingga 6,2% dari keseluruhan investasi nasional atau dapat meningkat hingga Rp119 triliun,” ungkap Andra Soni dikutip Kamis (1/5/2025).

Menurut dia, yang dibutuhkan oleh para pelaku usaha adalah jaminan kemudahan berusaha dan kepercayaan investor. Seiring dengan itu, dia pun mendorong bukti nyata dan kontribusi positif pelaku usaha sebagai penyedia lapangan kerja untuk dapat turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Berita Resmi Statistik pada 5 Februari 2025, disebutkan bahwa pertumbuhan dan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Banten di Triwulan IV-2024 sebesar 4,79% dan sudah memberikan kontribusi terhadap perekonomian Pulau Jawa sebesar 6,96 %.

Mendukung hal tersebut, Direktur Utama Krakatau Steel Muhamad Akbar Djohan menyatakan, Krakatau Steel Group, senantiasa berkomitmen dalam menyediakan infrastruktur pendukung industri baja yang modern, efisien, dan berdaya saing tinggi.

"Krakatau Steel Group optimistis bahwa ke depan akan tercipta iklim investasi yang kondusif, sehingga kami dapat dengan optimal dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Banten dan Indonesia,” jelas dia.

Lebih lanjut Akbar Djohan menyampaikan bahwa diharapkan ke depan Cilegon dapat menjadi kota industri dengan kontribusi aktif dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi di Banten. 

“Dengan adanya Krakatau Steel Group terutama melalui Krakatau Bandar Samudera, Kota Cilegon ke depan dapat menjadi Hub International untuk logistik dan perdagangan komoditas ekspor sehingga Banten menjadi pusat investasi dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa,” tegas Akbar Djohan.

 

Krakatau Steel Siap Pasok Baja Nomor Wahid untuk Armada Kapal Laut RI

Baja Krakatau Steel

Sebagai negara maritim, Indonesia sedang menggarap rencana ambisius untuk memperbarui dan menambah armada kapal laut dalam rangka mendukung terciptanya ketahanan pangan, energi dan pertahanan nasional. Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod dalam Forum Business Gathering yang digelar hari ini bertempat di Hotel Borobudur Jakarta. 

Menjawab tantangan tersebut, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengaku siap menangkap peluang dan menegaskan komitmen penuh dalam menyediakan bahan baku baja berkualitas tinggi yang akan menjadi tulang punggung berbagai proyek pembangunan kapal militer dan non-militer yang dikerjakan oleh PT PAL Indonesia (PAL). 

“Krakatau Steel mengapresiasi peluang yang diberikan dan mendukung penuh upaya pembangunan infrastruktur maritim dalam rangka penciptaan close loop economy dan mengurangi kesenjangan antar wilayah,” tutur Akbar.

Lebih lanjut Dirinya turut menyoroti pentingnya keterlibatan aktif seluruh pihak dalam mengawasi proteksionisme di berbagai pelabuhan tanah air sebagai upaya menciptakan iklim supply chain yang adil dan mencegah kerugian pada industri dalam negeri. “Pengawasan kebijakan ini adalah tanggung jawab bersama. Krakatau Steel mendukung penuh langkah tancap gas yang dilakukan PAL dalam penerapan pengawasan yang ketat sehingga dampak ekonomi nasional tetap terjaga,” Tutup Akbar. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT PAL Indonesia mengaku siap menampung usulan soal penerapan tata kelola maritim sebagai landasan bagi pembangunan berkelanjutan dan berpesan agar seluruh pelaku industri memanfaatkan momentum ini untuk mengembalikan kejayaan industri dalam negeri sekaligus percepatan kemandirian industri nasional. 

 

 

Ekosistem Industri Maritim

(Foto: Krakatau Steel)

Sebagai tindaklanjut komitmen bersama dalam memperkokoh ekosistem industri maritim nasional tersebut, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan seremoni penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur Utama PT PAL Indonesia dan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Sinergi antar dua BUMN strategis ini meliputi penguatan rantai pasok nasional hingga peningkatan kapasitas produksi berbasis material dalam negeri. 

Pada kesempatan yang sama, forum Business Gathering PT PAL juga diisi dengan dialog yang dikemas dalam sesi Business Talk. Pada kesempatan itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti-Saintek) Brian Yuliarto turut memaparkan arah kebijakan ekosistem penggerak ekonomi nasional ke depan yang bertumpu pada tiga pilar utama yaitu penguatan industri maju berbasis inovasi teknologi, pengembangan pendidikan, inovasi, dan riset (R&D), serta penguatan pembiayaan investasi melalui lembaga strategis seperti Danantara. 

Mendikti-Saintek turut menyatakan komitmennya mengembangkan skema pendanaan riset hilir yang akan mempercepat proses hilirisasi dan memfasilitasi kerja sama antara BUMN dan perguruan tinggi. "Kami terbuka bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam membangun ekosistem hilirisasi dan industrialisasi yang inklusif serta mampu bersaing secara global," ujarnya.

Menutup pernyataannya, Mendikti-Saintek Brian berharap Kemdiktisaintek dan Industri dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam inovasi dan pengembangan teknologi, menjadikan Indonesia sebagai pusat teknologi unggulan yang membawa nilai tambah bagi kemajuan bangsa. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya