Liputan6.com, Beijing - China terus melaju dalam ambisinya menempatkan manusia di Bulan pada tahun 2030.
Menurut pernyataan resmi badan antariksa negara tersebut, serangkaian uji coba berjalan sesuai jadwal, termasuk uji awal pesawat pendarat bulan yang dilakukan pekan lalu.
Advertisement
Meski target China masih berada di belakang jadwal misi berawak Artemis II milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang telah ditunda hingga 2027, pengembangan program luar angkasa Negeri Tirai Bambu tetap menunjukkan kemajuan signifikan.
Pekan lalu, badan antariksa China mengumumkan keberhasilan uji coba prototipe pesawat luar angkasa generasi baru Mengzhou dan pendarat permukaan bulan Lanyue. Keduanya merupakan bagian krusial dari misi masa depan, dan saat ini tengah menjalani pengembangan yang disebut berjalan "dengan lancar".
Dalam beberapa bulan mendatang, fokus pengujian akan beralih ke roket superberat tiga tahap Long March 10 serta sistem keselamatan dan keandalan Mengzhou. Pesawat angkasa luar ini terdiri dari dua modul—modul yang dapat kembali ke Bumi dan modul tambahan yang menyediakan daya dorong, energi, serta dukungan kehidupan untuk sekitar enam awak selama berada di luar angkasa.
"Long March 10 dan pesawat Mengzhou sedang menjalani pengembangan dan pengujian prototipe sesuai rencana," ujar Wakil Direktur Badan Antariksa Berawak China (CMSA) Lin Xiqiang, seperti dikutip dari laman Independent, Jumat (2/5/2025).
Pengujian darat juga akan dilakukan terhadap sistem pelarian darurat untuk memastikan keselamatan kru jika terjadi kegagalan saat peluncuran. Menurut laporan sebelumnya, CMSA memperkirakan Mengzhou akan mencapai kemampuan penerbangan berawak sekitar tahun 2027–2028.
"Kami akan berupaya memastikan semua pengujian berhasil untuk meletakkan dasar kuat bagi peluncuran manusia ke Bulan sesuai jadwal," tegas Lin.
Misi NASA Alami Penundaan
Sementara itu, misi Artemis III milik NASA yang juga bertujuan mendaratkan manusia di dekat kutub selatan Bulan mengalami sejumlah penundaan. Lokasi ini diyakini kaya akan es air, sebuah sumber daya vital untuk mendukung pembangunan pangkalan bulan permanen.
Pada Desember lalu, NASA mengumumkan bahwa pendaratan manusia di Bulan yang direncanakan akan diundur hingga pertengahan 2027 setelah ditemukan masalah pada perisai panas pesawat Orion. Pengujian ekstensif menunjukkan bahwa material pada perisai tersebut mengalami keausan yang berbeda dari perkiraan saat kembali memasuki atmosfer Bumi dengan suhu ekstrem hingga 2.760 derajat Celsius.
NASA saat ini tengah melakukan pengujian lanjutan pada lintasan Orion serta peningkatan pada perisai panas untuk memastikan keselamatan awak.
“Pembaruan terhadap rencana misi kami adalah langkah positif untuk memastikan keberhasilan misi ke Bulan serta pengembangan teknologi dan kemampuan yang dibutuhkan untuk misi berawak ke Mars,” ujar Catherine Koerner, Administrator Asosiasi NASA untuk Direktorat Pengembangan Sistem Eksplorasi.