Dasco: Wacana Barak Militer untuk Siswa Nakal Harus Dikaji Matang

Menurut Dasco, wacana tersebut juga tidak bisa diterapkan di provinsi lain sebab tiap daerah punya karakteristik dan kebijakan berbeda.

oleh Delvira HutabaratDiperbarui 02 Mei 2025, 08:25 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco berbicara mengenai RUU Mahkamah Konstitusi (MK). (Liputan6.com/ Delvira Hutabarat)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana memasukkan siswa bermasalah agar dididik di barak militer. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menyatakan wacana itu adalah hal baru dan butuh dikaji mendalam terlebih dahulu.

“Hal yang disampaikan oleh Gubenur Jawa Barat mungkin adalah hal-hal baru yang memang perlu dikaji terlebih dahulu secara matang,” kata Dasco di Jakarta, Kamis (1/5/2025).

Menurut Dasco, wacana tersebut juga tidak bisa diterapkan di provinsi lain sebab tiap daerah punya karakteristik dan kebijakan berbeda.

“Kan mungkin untuk masing-masing daerah itu karakteristiknya berbeda,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan Jawa Tengah punya mekanisme sendiri selain memasukkan siswa nakal ke barak. Ia menilai, anak di bawah umur lebih baik dididik atau dikembalikan pada sekolah dan orang tua masing-masing.

“Jawa Tengah, ya kalau anak di bawah umur, kita kembalikan ke orang tuanya,” kata Luthfi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (30/4/2025).

“Kalau di bawah umur, masih ada kewenangan di sekolah masih ada, namanya guru, kembalikan orang tuanya,” tambahnya.

Sementara untuk anak cukup umur, Luthfi menyebut apabila melanggar hukum maka perlu diusut tuntas tindak pidananya. Menurutnya, semua hal tersebut sudah ada aturannya, tanpa perlu aturan baru.

“Kalau anak-anak sudah di atas umur, melakukan tindak pidananya. Kita sidik tuntas terkait dengan tindak bidananya. Kan begitu. Ada aturan hukumnya, kenapa harus ngarang-ngarang gitu. Nggak usah. Sesuai ketentuan aja,” kata dia.

“Kalau sudah cukup umur antara 12-18 tahun, di atas itu ya kita lakukan pidananya biar efek juga. Dan pentingnya di Jawa Tengah mampu untuk atas itu semua,” sambungnya.

Sekolahkan Siswa Nakal di Barak Militer

Diketahui, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana untuk 'menyekolahkan' siswa bermasalah agar dididik di barak militer mulai 2 Mei 2025.

Pria Dedi menyebut rencana itu merupakan bagian dari pendidikan karakter siswa yang akan berlangsung selama enam bulan. Khususnya bagi anak-anak yang kerap terlibat kenakalan remaja seperti tawuran atau geng motor. 

Disebutkan Dedi Mulyadi, tiap siswa akan mengikuti program itu di sekitar 30 hingga 40 barak khusus yang telah disiapkan oleh TNI. Program ini akan dijalankan dengan prioritas pada siswa yang sulit dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas maupun tindakan kriminal. 

Infografis Perbandingan Jumlah Sekolah, Siswa dan Guru di Jakarta

Infografis Perbandingan Jumlah Sekolah, Siswa dan Guru di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya