6 Fakta Menarik Gunung Bukit Pagon, Titik Tertinggi di Brunei Darussalam

Gunung Bukit Pagon sebenarnya punya dua puncak. Satu di wilayah Brunei, sementara yang satunya berada di Malaysia.

oleh Dyah Ayu PamelaDiterbitkan 02 Mei 2025, 08:30 WIB
6 Fakta Menarik Gunung Bukit Pagon, Titik Tertinggi di Brunei Darussalam. (Dok: IG @timecapsule.bn https://www.instagram.com/p/COEySKHh7cn/?igsh=MTEyY3N5bHc0ZTl3dA==)

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Bukit Pagon dikenal sebagai gunung tertinggi di Brunei Darussalam yang terletak di perbatasan negara itu dengan Malaysia. Tepatnya, Bukit Pagon terletak di Distrik Temburong.

Distrik tersebut dipisahkan dari wilayah Brunei lainnya oleh Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Bukit Pagon memiliki ketinggian 1.875 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Mengutip laman Gunung Bagging, Rabu, 30 April 2025, sangat sedikit pendaki yang telah mengunjungi puncak selatan yang sebenarnya di gunung ini. Pemandu tidak akan berharap bahwa Anda ingin mencapainya, kecuali Anda menentukan dengan sangat jelas sebelumnya.

Dibutuhkan waktu sekitar satu jam sekali jalan antara dua puncak yang berbeda, terutama karena tidak ada jalur yang jelas. Untuk itu jika ingin mendaki, sangat disarankan didampingi pemandu lokal.

Masih banyak hal mengenai Bukit Pagon, selain lokasi maupun ketinggiannya. Berikut enam fakta menarik Gunung Bukit Pagon yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Akses Pendakian 

Dalam beberapa tahun terakhir, gunung ini telah didaki beberapa kali, selalu dari sisi Malaysia, menggunakan banyak jalan penebangan. Akses dari sisi Brunei tidak memungkinkan bagi pendaki biasa karena dikelilingi hutan lindung. Spesies tanaman kantong semar Nepenthes lowii tumbuh di punggung bukit yang lebih tinggi yang berada dekat di Serawak.

2. Ada 2 Puncak Berdekatan

Ada dua puncak yang berjarak sekitar 500 meter, yaitu puncak utara di perbatasan antara Malaysia dan Brunei dan puncak selatan yang sepenuhnya di Malaysia. Puncak utara adalah titik tertinggi di Brunei, dan karenanya telah jadi target sebagian besar pendaki di masa lalu.

Puncak di Wilayah Brunei

Peta Bukit Pagon. (Dok: IG @moanamina https://www.instagram.com/p/nuuUsRwgwv/?igsh=b3ZxNzUzcWVpdG51)

Puncak utara yang jadi bagian wilayah Brunei ini memiliki pilar puncak dan tampaknya lebih umum terlihat di Semenanjung Malaysia dibandingkan dengan Kalimantan.

3. Lama Pendakian

Puncak gunung ini dapat dicapai dalam satu hari yang panjang melalui jalan penebangan dari Limbang. Tapi, pendaki harus berkemah pada malam sebelumnya.

Setiap pemandu lokal akan mengira pendakian ke Bukit Pagon berarti pendakian ke puncak utara. Namun, ternyata, puncak selatan sebenarnya lebih tinggi, yakni 1.875 mdpl menurut pembacaan GPS oleh Eric Gilbertson pada 2019.

4. Asal-usul Nama Gunung

Mengenai penamaan puncak, hingga saat ini, Bukit Pagon umumnya digunakan untuk menggambarkan puncak utara yang lebih rendah di perbatasan dengan Brunei. Puncak selatan, yang relatif tidak dikenal, disebut sebagai Bukit Pagon Selatan.

Namun, sebagaimana dicatat Eric Gilbertson, mengingat puncak selatan lebih tinggi, Bukit Pagon seharusnya merujuk pada puncak selatan yang jarang dikunjungi, sementara puncak yang lebih rendah di perbatasan dengan Brunei disebut sebagai Bukit Pagon Utara.

5. Minim Sumber Air

Seorang Pendaki asing di Bukit Pagon. (Dok: IG @twinstothetops https://www.instagram.com/p/B2K0fM-nlnR/?igsh=NGxnNmJocDd2YnRt)

Demi naik gunung ini, pendaki bisa terbang ke Kota Kinabalu atau Kuching, Malaysia. Penting dicatat bahwa sumber air di gunung tidak dapat diandalkan, sehingga pendaki perlu membawa bekal yang cukup.  Seorang pendaki bahkan mengaku menggunakan air dari tanaman kantong semar untuk menghilangkan dahaga mereka.

6. Rute dari Brunei Lebih Sulit

Laporan Eric Gilbertson tahun 2019 di situs web Country Highpoints menunjukkan bahwa rute akses tradisional ke puncak utara jauh lebih sulit, dengan jalan penebangan yang rusak parah. Jadi, ia dan rekan pendakinya memutuskan mencoba pendakian dari barat daya, dari jalan penebangan di Lawas melalui sumber air panas Merarap.

Mengunjungi kedua puncak melalui rute tanpa jalur pendakian yang sebenarnya membutuhkan waktu lebih dari 12 jam dari jalan penebangan terdekat, meski jaraknya hanya sekitar dua kilometer jika diukur secara langsung. Karena itu, jalur ini tidak direkomendasikan, terutama bagi pendaki pemula dan tanpa pemandu lokal.

Rute Lebih Mudah

Gunung Bukit Pagon. (Dok: IG @twinstothetops https://www.instagram.com/p/B2K0fM-nlnR/?igsh=NGxnNmJocDd2YnRt)

Rute yang lebih mudah tentunya adalah jalur pendakian tradisional menuju puncak perbatasan Brunei terlebih dahulu, jika jalan penebangan dari Limbang membaik kualitasnya. Dari mana pun rute yang dipilih, dari Limbang atau Lawas, perjalanan ini akan memakan waktu lama dan mahal.

Pendaki memerlukan pengemudi lokal yang berpengalaman dengan mobil FWD yang mahal, dan mungkin sepeda sewaan untuk melewati bagian jalan penebangan yang tidak dapat dilalui kendaraan dan mencapai titik awal pendakian. Diperkirakan akan memakan waktu beberapa jam dari kedua arah dengan mobil FWD untuk mencapai kaki gunung. 

Daftar barang yang wajib dibawa saat naik gunung. (dok. Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya