DHL Investasi Rp 9,5 Triliun untuk Logistik Kesehatan di Asia Pasifik

Di Asia Pasifik, DHL memiliki lebih dari 300 ribu meter persegi ruang pergudangan yang sepenuhnya memenuhi standar di 15 negara, dengan fasilitas yang akan segera diumumkan di Singapura, Malaysia, dan Korea.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 30 April 2025, 19:40 WIB
DHL Express

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan penyedia jasa asal Jerman, DHL Group, mengumumkan investasi strategis sebesar 2 miliar Euro atau setara Rp 38,15 triliun (kurs Rp 19.075 per Euro) selama 5 tahun, untuk meningkatkan kemampuan logistiknya di sektor Life Sciences dan Healthcare (LSH). Dengan alokasi 500 juta Euro (Rp 9,5 triliun) untuk kawasan Asia Pasifik.

Peningkatan daya beli, pertumbuhan kelas menengah, serta populasi yang menua dengan cepat di kawasan ini telah menarik inovasi dan investasi ke sektor kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan alokasi investasi 50 persen untuk Amerika, 25 persen untuk Asia Pasifik, dan 25 persen untuk wilayah EMEA (Eropa, Timur Tengah dan Afrika), DHL memperluas jangkauan globalnya untuk menghadirkan solusi logistik yang terintegrasi dan berpusat pada pasien.

Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad menjelaskan, melalui DHL Medical Express, pihaknya menyediakan layanan premium yang menggabungkan keahlian logistik bagi industri kesehatan.

"Kami menyadari betapa krusialnya menjaga integritas farmasi dan material bioteknologi yang vital ini, dan dengan pengemasan khusus serta kontrol suhu yang presisi untuk kondisi suhu ruang, dingin, dan beku," kata Ahmad, Rabu (30/4/2025).

Di Asia Pasifik, DHL memiliki lebih dari 300 ribu meter persegi ruang pergudangan yang sepenuhnya memenuhi standar di 15 negara, dengan fasilitas yang akan segera diumumkan di Singapura, Malaysia, dan Korea.

 

Akuisisi CRYOPDP

DHL Express

Selain investasi infrastruktur, DHL Group baru-baru ini mengakuisisi CRYOPDP, kurir spesialis terkemuka yang fokus pada uji klinis, biofarmasi, serta terapi sel dan gen, untuk lebih memperkuat kemampuannya di segmen ini dan memperluas potensi Pharma Specialized Network sebagai bagian dari strategi investasi keseluruhan.

Secara global, investasi di sektor logistik kesehatan ini akan fokus pada peningkatan infrastruktur dan teknologi berkualitas tinggi di seluruh titik sentuh. Mulai dari penyimpanan, pemenuhan pesanan, dan distribusi hingga pengiriman global dan pengiriman jarak terakhir.

Sebagian besar investasi akan dialokasikan untuk membangun Pharma Hub bersertifikasi Good Distribution Practice (GDP) lintas divisi yang baru untuk jalur pengiriman multi-suhu, memperluas kapasitas rantai dingin di fasilitas yang ada, memesan kendaraan dengan pengendali suhu baru, serta meningkatkan solusi pengemasan pasif dan aktif untuk memastikan pengiriman yang berkelanjutan.

Seiring dengan meningkatnya permintaan di sektor-sektor krusial seperti uji klinis, biofarmasi, serta terapi sel dan gen, DHL juga berinvestasi dalam infrastruktur pendinginan khusus berkualitas tinggi untuk mengakomodasi rentang suhu rendah dan sangat rendah.

 

Integrasi Produk

Selain itu, Group akan mengimplementasikan sistem IT yang menyediakan visibilitas menyeluruh. Memastikan integritas produk, kepatuhan terhadap regulasi, serta kepercayaan bagi penyedia layanan kesehatan dan pasien.

CEO DHL Supply Chai Oscar de Bok menekankan, peningkatan layanan logistik ini sejalan dengan investasi strategis di sektor kesehatan.

"Kami membangun solusi logistik terintegrasi untuk produk yang diciptakan pelanggan kami. Memastikan bahwa pasien di mana pun menerima pengobatan yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan keyakinan penuh," kata Oscar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya