Petani: Jangan Buru-Buru Bilang Produksi Beras Surplus!

Sebelumnya, mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor 3,06 juta ton beras pada 2023, angka itu naik jadi 4,52 juta ton pada 2024.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiperbarui 28 April 2025, 22:03 WIB
Kenaikan harga gabah di tingkat petani akan memengaruhi nilai jual produk akhir dalam hal ini beras yang dipastikan akan mengalami kenaikan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Serikat Petani Indonesia (SPI) menyoroti klaim krnaikan produksi beras di Indonesia. Ketua Umum SPI, Henry Saragih meminta pemerintah tak buru-buru menetapkan produksi beras surplus pada 2025 ini.

Dia menjelaskan, untuk mengukur kenaikan produksi beras tahunan perlu menghitung secara satu tahun penuh. Meski, dia tak menampik di atas kertas, produksi beras nasional bisa naik dari capaian tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau satu tahun itu ada tiga tahun musim panen ya jadi ini baru masuk musim panen pertama. Jadi kita tidak tahu ya secara persis berapa panen kita sepanjang tahun ini nanti. Jadi terlampau gini mengatakan kita surplus ya produksi gabah kita di tahun 2025 ini secara pasti, lebih kepada masih perhitungan," ungkap Henry saat dihubungi Liputan6.com, Senin (28/4/2025).

Soroti Impor Beras

Di samping proyeksi kenaikan produksi tahun ini, dia menyoroti tingginya impor beras dalam 2 tahun terakhir.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), Henry bilang Indonesia mengimpor 3,06 juta ton beras pada 2023, angka itu naik jadi 4,52 juta ton pada 2024.

"Naik 47,38 persen dari tahun 2023. Dan bisa dibilang ini adalah salah satu rekor yang tertinggi. Jadi menurut saya kira terlampau dini kalau mengatakan sekarang kita sudah surplus beras," ucapnya.

Dia melihat, tren ini mirip ketika 2018 lalu, dimana Indonesia mengimlor 2,25 juta ton beras. Lalu, turun drastis ke 444 ribu ton pada 2019. Dia berharap peningkatan produksi beras nasional bisa menopang kebutuhan konsumsi di tahun ini.

 

Pendorong Kenaikan Produksi Beras

Aktivitas petani saat menjemur padi di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (15/12/2022). Total ketersediaan stok beras Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) meliputi stok cadangan beras pemerintah (CBP) 295.337 ton atau sebesar 59,76 persen dan stok komersil sebanyak 198.965 ton atau 40,24 persen. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Lebih lanjut, Henry melihat ada peluang kenaikan produksi pada tahun ini. Salah satunya pengaruh krnaikan harga serapan gabah di tingkat petani.

Diketahui, pemerintah menetapkan harga gabah kering panen di tingkat (GKP) sebesar Rp 6.500 per kilogram. Ini berlaku untuk serapan dari Perum Bulog dan perusahaan swasta.

"Jadi menurut kita ini satu hal yang membuat ya ada semangat ya untuk berproduksi. Nah ini yang saya pikir yang salah satu yang katakan lah ya yang memungkinkan terjadinya peningkatan produksi," kata dia.

 

Akses Pupuk

(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)

Selain itu, akses pupuk juga menjadi perhatiannya. Namun, kemudahan petani pendapat pupuk disebut baru bisa terlihat efektif pada musim panen kedua tahun ini.

"Kalau mengenai pupuk ya ini kan kebijakannya baru berubah ya. Itu belum serta-merta bisa dikatakan panen yang sekarang ini sepenuhnya sudah benar-benar akibat daripada pupuk yang tersedia. Kita lihat lah nanti di musim tanam yang kedua," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya