Top 3: Prediksi Harga Emas Akhir April 2025

Artikel mengenai prediksi harga emas minggu ini menjadi berita yang paling banyak dibaca. Berikut daftarnya per Selasa (29/4/2025)

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 29 April 2025, 06:30 WIB
Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta Pekan keempat April 2025 menjadi salah satu minggu yang penuh gejolak bagi pasar logam mulia dan global, di tengah ketegangan perang dagang yang dipicu oleh kebijakan Presiden Trump.

Harga emas, yang sempat mencatatkan rekor tertinggi baru, akhirnya mengalami tekanan jual besar-besaran.

Artikel mengenai prediksi harga emas minggu ini menjadi berita yang paling banyak dibaca. Berikut daftarnya per Selasa (29/4/2025):

1. Prediksi Harga Emas di Akhir April 2025, Siap-Siap Ada Kejutan

Pekan keempat April 2025 menjadi salah satu minggu yang penuh gejolak bagi pasar logam mulia dan global, di tengah ketegangan perang dagang yang dipicu oleh kebijakan Presiden Trump. Harga emas, yang sempat mencatatkan rekor tertinggi baru, akhirnya mengalami tekanan jual besar-besaran.

Melansir Kitco News, Senin (28/4/2025), harga emas dunia di pasar spot mengawali minggu ini dengan harga USD 3.338,38 per ons. Dalam dua hari pertama perdagangan, logam mulia ini terus melonjak tanpa hambatan. 

Harga emas sempat menyentuh USD 3.385 pada Minggu malam dan bahkan melonjak ke US 3.420 per ons saat pembukaan pasar Amerika Utara, meskipun volume perdagangan pada hari Senin Paskah cukup tipis.

Selengkapnya

2. Harga BBM Terbaru di Jakarta Usai Pajak Turun Jadi 5%

Papan petunjuk BBM yang berada di SPBU, Jakarta, Kamis (5/1). Penetapan harga BBM Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi memangkas Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) untuk kendaraan pribadi menjadi 5 persen, dari sebelumnya 10 persen. Sedangkan untuk kendaraan umum, pajak BBM yang dikenakan kini hanya 2 persen. Lalu, berapa harga BBM terbarunya?

Keputusan ini diambil untuk memberikan relaksasi dan kemudahan bagi masyarakat Jakarta di tengah tingginya kebutuhan mobilitas di ibu kota.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Selengkapnya

3. QRIS Ganggu Bisnis Visa dan Mastercard di Indonesia

Anak muda juga perlu tahu apa bedanya kartu kredit Visa dan MasterCard.

Pengamat perbankan Josua Pardede menilai bahwa dalam jangka panjang, penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) berpotensi mengganggu model bisnis raksasa pembayaran global seperti Visa dan Mastercard, terutama di segmen transaksi ritel domestik dan UMKM.

"Ya, dalam jangka panjang, QRIS berpotensi mengganggu model bisnis Visa dan Mastercard, terutama di segmen transaksi ritel domestik dan UMKM," kata Josua kepada Liputan6.com, Senin (28/4/2025).

Menurut Josua, QRIS memungkinkan pembayaran digital langsung antarbank dan antaplatform melalui kode QR tanpa bergantung pada jaringan internasional. "Sehingga mengeliminasi biaya switching ke luar negeri," ujarnya.

Selengkapnya

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya