Liputan6.com, Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan hasil keuangan yang solid di kuartal pertama tahun 2025. Dalam laporan keuangan belum diaudit yang dirilis, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp565 miliar. Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan kuat di segmen Perdagangan & Distribusi serta lonjakan pendapatan utilitas kawasan industri.
Perusahaan yang dikenal sebagai penyedia logistik dan rantai pasok BBM serta bahan kimia ini juga mengelola kawasan ekonomi khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik. Selama periode ini, pendapatan AKRA naik 5% YoY menjadi Rp10,26 triliun, sementara EBITDA tercatat sebesar Rp829 miliar, melampaui rata-rata lima tahun kuartal pertama.
Advertisement
Segmen Perdagangan & Distribusi mencatatkan kinerja terbaik sepanjang sejarah kuartal I, tumbuh 17% menjadi Rp 752 milia dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang meningkatnya permintaan BBM dan bahan kimia, khususnya dari sektor pertambangan.
Sementara itu, meskipun tidak ada penjualan lahan di kuartal ini, pendapatan dari utilitas di JIIPE melonjak hingga 497% dibandingkan tahun sebelumnya. Banyak tenant baru telah memulai commissioning fasilitas mereka, sehingga kebutuhan listrik, air, dan layanan limbah meningkat pesat.
Pada April 2025, AKRA juga menyerahkan lahan 20 hektar kepada Golden Elephant Indonesia untuk proyek industri hijau terintegrasi "Material-Kimia-Pupuk". Penjualan ini akan tercatat di kuartal II dan membantu perusahaan tetap on-track mencapai target penjualan lahan 80–110 hektar sepanjang tahun.
Neraca Keuangan
Secara keuangan, AKRA mempertahankan posisi neraca yang sehat. Kas perusahaan mencapai Rp 5,07 triliun, dengan rasio utang terhadap ekuitas rendah di 0,3x. Rasio net gearing bahkan tercatat -0,02x, menunjukkan posisi kas bersih yang kuat.
Di tengah kinerja cemerlang ini, Dewan Direksi AKRA mengusulkan pembayaran dividen sebesar Rp 100 per saham untuk tahun buku 2024, yang berarti total payout mencapai 89% dari laba bersih, setara dengan yield sekitar 8%.
Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo, menyatakan AKR terus memberikan keunggulan operasional dan laba yang berkelanjutan. Haryanto menyebut Kinerja kuartal I tertinggi sepanjang masa di segmen Perdagangan dan Distribusi dan kontribusi pendapatan utilitas yang terus meningkat mencerminkan keberhasilan pelaksanaan strategi diversifikasi.
“Neraca keuangan kami yang solid dan arus kas yang kuat memungkinkan kami untuk berinvestasi untuk masa depan dan memberikan laba yang tinggi kepada para pemegang saham kami,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (28/4/2025).
Target 2025
Untuk tahun 2025, AKRA optimis bisa meraih laba bersih antara Rp2,4 hingga Rp2,6 triliun. Target ini akan didukung oleh volume perdagangan yang terus tumbuh, penjualan lahan di JIIPE, perluasan jaringan SPBU, serta peningkatan pendapatan utilitas seiring bertambahnya tenant industri.
Selain fokus bisnis, AKRA juga konsisten menjalankan inisiatif keberlanjutan. Saat ini, perusahaan mendapat peringkat MSCI ESG 'A' dan skor risiko Sustainalytics 20,3, mencerminkan komitmen tinggi pada praktik bisnis berkelanjutan.