Imbas Tarif Impor AS, Produsen Ban Bridgstone Tunda Penawaran Obligasi

Meskipun nilai penawaran lebih rendah dari yang diharapkan, ada tanda-tanda bahwa pasar obligasi korporasi mulai stabil.

oleh Natasha AmaniDiterbitkan 20 April 2025, 08:30 WIB
Diskon Menarik Pembelian Ban Bridgestone di GIIAS 2023 (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Produsen ban asal Jepang, Bridgestone telah memangkas lebih dari separuh nilai obligasi yang direncanakan menjadi sekitar 50 miliar yen atau Rp 5,9 triliun karena para penjamin emisi terus mengukur permintaan untuk penerbitan tersebut.

Mengutip US News, Minggu (20/4/2025) dua sumber melaporkan bahwa Bridgestone juga memutuskan untuk mencabut jangka waktu 7 tahun yang diusulkan dalam seri penawaran obligasi yang mencakup tenor lainnya.

Sementara itu, pihak Bridgestone menolak mengomentari operasi tersebut.

Penjualan Bridgstone yang memiliki peringkat kredit investment grade, dipandang sebagai ujian lakmus untuk sentimen pasar.

Meskipun nilai penawaran lebih rendah dari yang diharapkan, ada tanda-tanda bahwa pasar obligasi korporasi mulai stabil, menurut laporan para pelaku pasar.

Dalam sepekan terakhir, negara-negara Asia melihat penurunan pada penerbitan obligasi sejak tarif Presiden AS Donald Trump memicu guncangan di pasar keuangan AS, yang membuat penerbitan lebih mahal di seluruh obligasi investment grade dan imbal hasil tinggi.

Namun, obligasi korporasi Jepang tetap populer di kalangan investor ritel.

Penawaran senilai 600 miliar yen oleh SoftBank Group telah menarik permintaan ritel yang sehat dan beberapa pialang telah menjual habis pra-pemesanan mereka, kata juru bicara SoftBank.

Obligasi tersebut akan dihargai pada hari Jumat dengan tingkat kupon antara 3% dan 3,6%, menurut dokumen SoftBank.

Keputusan SoftBank untuk melanjutkan penawaran obligasinya muncul dengan latar belakang volatilitas pasar yang telah mengacaukan transaksi di negara lain.

Sementara beberapa perusahaan Jepang telah menunda penerbitan yang direncanakan, perusahaan lain dilaporkan tetap memenangkan hati investor dengan menawarkan spread yang lebih luas untuk mengimbangi ketidakpastian, dan menerima jumlah penggalangan dana yang lebih rendah, kata pelaku pasar.

Lebih dari 10 Perusahaan Jepang Tunda Penerbitan Obligasi

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

 

Meski demikian, sejak pengumuman tarif AS pada awal April 2025, lebih dari 10 perusahaan asal Jepang telah menunda atau membatalkan penawaran obligasi, menurut laporan kedua sumber tersebut.

Antara 700 miliar hingga 800 miliar yen yang merupakan sekitar setengah dari total - penawaran yang ditujukan untuk bulan April telah ditunda atau dibatalkan sejauh ini, kata Masahiro Koide, kepala gabungan divisi pasar modal di Mizuho Securities.

Beberapa perusahaan ini telah mengganti penawaran obligasi dengan pinjaman bank dengan hasil yang lebih rendah, kata Koide.

 

Ragam Investor

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Diketahui, Jepang memiliki berbagai investor dengan kebutuhan yang berbeda, termasuk dana pensiun, manajer aset, bank regional, koperasi pertanian, dan individu, yang permintaan gabungannya telah membantu meletakkan dasar bagi pasar.

Tidak seperti selama gejolak pasar pada awal pandemi COVID-19 dan krisis keuangan global 2008, perusahaan memiliki modal yang cukup, kata Dai Otsu, kepala sindikasi utang di Daiwa Securities.

Perusahaan lebih selaras dengan pentingnya pembiayaan yang terdiversifikasi dan kembali ke penawaran obligasi, ungkap Otsu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya