Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan delegasi Yordania di Istana Al Husseiniya, Amman, melakukan pertemuan bilateral Kerajaan Yordania Hasyimiyah, pada Senin (14/4).
Dalam kesempatan tersebut, Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein menyampaikan penilaiannya terhadap pemerintah Indonesia yang dinilai memiliki peran yang strategis dalam merespons situasi geopolitik dunia, termasuk perang di Gaza, Lebanon dan Suriah.
Advertisement
"Saya benar-benar meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Anda, Indonesia akan memainkan peran penting bagi kita semua dalam mengatasi banyak persoalan," kata Raja Abdullah dalam sambutannya melalui keterangan resmi dari Sekretariat Presiden diterima di Jakarta, Senin (14/4) malam seperti dikutip dari Antara News, Selasa (15/4/2025).
Sementara itu, Presiden Prabowo pun tak lupa membalas sambutan hangat tersebut dengan menyampaikan apresiasi hubungan baik antara Indonesia dan Yordania.
Menurut Prabowo, Yordania telah lama menjadi sahabat baik bagi Indonesia, dan Indonesia pun selalu merasa memiliki solidaritas yang sama.
"Kita (Indonesia dan Yordania) merupakan negara yang berada pada garis terdepan dalam membela kepentingan rakyat Palestina," kata Presiden.
Presiden Prabowo juga menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya mencari solusi damai yang adil dan seimbang di kawasan tersebut.
"Indonesia sangat mendukung hak rakyat Palestina untuk merdeka dan memiliki negara sendiri," tutur Prabowo.
Adapun lawatan kenegaraan Presiden Prabowo ke lima negara di kawasan Timur Tengah membawa misi utama penyelesaian perdamaian di Gaza, Palestina, termasuk rencana evakuasi warga Palestina ke Indonesia.
Lima negara yang dikunjungi Presiden secara berurutan yaitu Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania.
Di sisi lain, Presiden menyatakan rencana Indonesia mengevakuasi warga Palestina dari Jalur Gaza dilakukan setelah mencapai kesepakatan dari para pemimpin dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah.