Liputan6.com, Jakarta Jeff Green mungkin bukan nama besar yang sering mendominasi headline, tapi kiprahnya di NBA adalah contoh sempurna dari ketangguhan, profesionalisme, dan evolusi pemain. Setelah 17 musim, bermain di lebih dari 11 tim, dan sempat menjalani operasi jantung terbuka, ia masih tampil untuk Houston Rockets pada usia 38 tahun. Ia kini dikenal sebagai "Uncle Jeff", sosok veteran yang jadi panutan di ruang ganti tim muda Rockets.
Green tidak hanya bertahan, tapi terus memberi dampak. Ia mencetak rata-rata 6,5 poin di musim reguler 2023–24 dan menjadi bagian dari tim Rockets yang lolos playoff pertama kali sejak 2020. Dengan pendekatan empatik, kepemimpinan tenang, dan energi positif, Green diakui sebagai penggerak moral tim di belakang layar.
Advertisement
Pada sebuah kesempatan wawancara dengan The Athletic, Green mengaku menyukai perannya saat ini. “Ketika saya muda, saya punya mentor seperti Kevin Garnett. Sekarang giliran saya membagikan ilmu itu,” ujar Jeff Green. Berbekal pengalaman panjang Green, Rockets punya mentor yang bukan hanya bicara strategi — tapi juga mentalitas pemenang.
Dari Rookie Andalan hingga Veteran Serba Bisa
Jeff Green lahir pada 28 Agustus 1986 di Cheverly, Maryland. Setelah karier gemilang di Georgetown University, ia terpilih di urutan ke-5 NBA Draft 2007 oleh Boston Celtics, sebelum ditukar ke Seattle SuperSonics (yang menjadi Oklahoma City Thunder).
Ia masuk NBA All-Rookie First Team (2008) dan sempat jadi bintang utama di Thunder bersama Kevin Durant dan Russell Westbrook. Selama beberapa tahun, Green bermain sebagai starter andalan dengan rata-rata mencetak 15–17 poin per pertandingan.
Namun, pada 2011 ia didiagnosis mengalami aneurisma aorta dan harus menjalani operasi jantung. Musim 2011–12 terlewatkan, namun ia kembali bermain dan bahkan mencetak 43 poin saat melawan Miami Heat pada 2013, membuktikan ketangguhannya.
Menangis atau Tersenyum, Semua Lihat “Uncle Jeff” Duluan
Kini, di usia 38 tahun dan menjalani musim ke-17, Green bukan lagi starter reguler. Tapi perannya justru makin dalam. Loker Jeff Green terletak tepat di pintu masuk ruang ganti Rockets, menjadi tempat pertama yang dilihat pemain lain setelah pertandingan — menang atau kalah.