IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini 8 April 2025

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada di level support 5.967-5.825 dan level resistance 6.557,6.707 pada perdagangan Selasa, 8 April 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 April 2025, 07:30 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas pada perdagangan Selasa (8/4/2025). IHSG akan menguji level resistance 6.557-6.938.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas pada perdagangan Selasa (8/4/2025). IHSG akan menguji level resistance 6.557-6.938.

IHSG kembali naik 0,59 persen ke posisi 6.510 dan masih disertai oleh volume pembelian, penguatannya pun masih mampu berada di atas moving average (MA) 20 harian pada Kamis, 27 Maret 2025.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pada skenario terbaiknya (merah), posisi IHSG sedang berada di awal wave B dari wave (Y) sehingga IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance 6.557-6.938.

“Namun, cermati skenario hitam, di mana penguatan akan relatif terbatas dan IHSG akan rawan koreksi kembali ke area 5.879-5.975,” ujar Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.967-5.825 dan level resistance 6.557,6.707 pada Selasa pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah dengan level support dan level resistance 6.200-6.570.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Panin Financial Tbk (PNLF).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi Teknikal

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Astra International Tbk (ASII) - Buy on Weakness

Saham ASII menguat 2,50% ke 4.920 dan disertai dengan peningkatan volume pembelian, penguatan ASII pun mampu menembus MA200. "Kami perkirakan, posisi ASII sedang berada pada bagian dari wave 3 dari wave (3)," ujar Herditya.

Buy on Weakness: 4.730-4.860

Target Price: 5.000, 5.100

Stoploss: below 4.710

 

2.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) - Buy on Weakness

Saham BMRI menguat 0,97% ke 5.200 dan masih didominasi volume pembelian, tetapi penguatannya tertahan oleh MA60. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi saham BMRI saat ini  berada di akhir wave A dari wave (B), sehingga BMRI rawan terkoreksi dahulu membentuk wave B.

Buy on Weakness: 4.630-5.025

Target Price: 5.500, 5.900

Stoploss: below 4.500

 

 

3.PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) - Spec Buy

Saham MAPI menguat 1,89% ke 1.350 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Herditya menuturkan, selama masih mampu berada di atas 1.225 sebagai stoplossnya,  posisi MAPI saat ini diperkirakan berada di awal wave [c] dari wave B.

Buy on Weakness: 1.290-1.325

Target Price: 1.445, 1.495

Stoploss: below 1.225

 

4.PT Panin Financial Tbk (PNLF) - Buy on Weakness

Saham PNLF menguat 1,10% ke 368 dan masih didominasi oleh volume pembelian, namun penguatannya masih belum mampu break dari MA60. "Kami perkirakan, posisi PNLF sedang berada pada bagian dari wave (3) pada skenario hitam atau bagian dari wave 4 pada skenario merah," kata dia.

Buy on Weakness: 336-362

Target Price: 394, 420

Stoploss: below 320

Penutupan IHSG pada 27 Maret 2025

Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada perdagangan Kamis (27/3/2025). Penguatan IHSG terjadi di tengah aksi beli saham oleh investor asing dan jelang libur panjang Lebaran 2025.

Mengutip data RTI, IHSG meroket 0,59 persen ke posisi 6.510,62. Indeks LQ45 bertambah 0,46 persen ke posisi 734,51. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Jelang libur panjang Lebaran 2025, IHSG berada di level tertinggi 6.510,62 dan level terendah 6.417,24. Sebanyak 359 saham menguat dan 230 saham memerah. 206 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 940.802 kali dengan volume perdagangan 14,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.555. Investor asing beli saham Rp 623,65 miliar.

Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham infrastruktur turun 0,93 persen dan sektor saham transportasi terpangkas 0,16 persen. Sektor saham properti melonjak 1,75 persen, dan catat penguatan terbesar.

Sektor saham industri naik 1,35 persen, sektor saham energi menguat 0,41 persen dan sektor saham basic menanjak 0,72 persen. Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal melesat 0,49 persen, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,24 persen, sektor saham kesehatan mendaki 0,55 persen. Lalu sektor saham keuangan menanjak 0,56 persen dan sektor saham teknologi melesat 0,40 persen.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya