Liputan6.com, Jakarta - Saham perusahaan TV konservatif Newsmax mengalami lonjakan nilai pasar saham lebih dari 2.200% sejak debutnya di bursa New York pada hari Senin. Saham perusahaan AS ini awalnya dihargai USD 10 (sekitar Rp 155.000) per lembar, tetapi pada akhir sesi perdagangan Selasa, harganya melonjak menjadi USD 233 per lembar.
Dengan kenaikan ini, nilai pasar Newsmax mencapai hampir USD 30 miliar (sekitar Rp 465 triliun), melebihi perusahaan induk Fox News, Fox Corp, serta raksasa media lainnya seperti Warner Bros Discovery dan Paramount Global.
Advertisement
Newsmax dikenal sebagai saluran berita yang bersahabat dengan Presiden AS Donald Trump dan pernah dipromosikan olehnya saat menjabat di Gedung Putih.
Lonjakan harga saham ini membuat pendiri sekaligus CEO Newsmax, Christopher Ruddy, masuk ke jajaran orang terkaya di AS dengan kekayaan lebih dari USD 9 miliar (sekitar Rp 140 triliun), menurut Bloomberg Billionaires Index.
Melansir BBC, Rabu (2/4/2025), para analis menyebut bahwa investor ritel mendorong lonjakan ini, membandingkannya dengan fenomena saham GameStop yang sempat meroket selama pandemi. Istilah meme stock muncul untuk menggambarkan saham-saham yang nilainya melonjak drastis karena hype di media sosial dan minat investor kecil (retail investor), bukan karena kinerja fundamental perusahaan.
Didirikan pada 1998 sebagai platform berita online, Newsmax meluncurkan saluran berita kabelnya pada 2014. Popularitasnya meningkat pesat pada 2020, terutama setelah Trump yang saat itu sedang berselisih dengan Fox News mulai mendukungnya. Meski demikian, Ruddy yang juga teman dekat Trump, menegaskan bahwa ia tidak ingin Newsmax menjadi Trump TV.
Menyiarkan Klaim Palsu
Bulan ini, Newsmax membayar USD 40 juta (sekitar Rp 620 miliar) untuk menyelesaikan kasus pencemaran nama baik terhadap perusahaan mesin pemilu Smartmatic, setelah menyiarkan klaim palsu bahwa perusahaan tersebut membantu memenangkan Joe Biden dalam Pemilu 2020.
Newsmax menjadi perusahaan terbaru yang berafiliasi dengan kubu konservatif yang melantai di bursa saham, mengikuti langkah platform video asal Kanada Rumble Inc dan perusahaan media milik Trump, Trump Media & Technology Group.
Penawaran Saham Perdana (IPO) dan Perkembangan Terkini
Pada 31 Maret 2025, Newsmax Inc. berhasil menyelesaikan penawaran saham perdana (IPO) mereka, menjual 7,5 juta saham Kelas B dengan harga USD 10 per saham, dan mengumpulkan dana sebesar USD 75 juta.
Setelah debutnya di Bursa Efek New York (NYSE) dengan simbol ticker “NMAX”, saham Newsmax mengalami lonjakan luar biasa. Pada hari pertama perdagangan, harga saham melonjak lebih dari 700%, ditutup pada USD 83,51 per saham.
Dalam dua hari perdagangan, saham Newsmax meningkat lebih dari 2.200%, mendorong kapitalisasi pasar perusahaan melebihi USD 20 miliar. Lonjakan harga saham ini sebagian besar disebabkan oleh jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO yang relatif kecil, sehingga membuat saham lebih rentan terhadap volatilitas. Selain itu, popularitas Newsmax di kalangan audiens konservatif dan hubungannya dengan mantan Presiden Donald Trump turut berkontribusi pada minat investor yang tinggi.
Meskipun mengalami pertumbuhan pesat dalam penilaian pasar, Newsmax melaporkan pendapatan sebesar USD 171 juta dan kerugian sebesar USD 72 juta pada tahun 2024. Perusahaan juga menghadapi tantangan hukum terkait liputan pemilu 2020, termasuk tuntutan hukum yang sedang berlangsung.