Beragam Tradisi Lebaran di Eropa yang Dirayakan Secara Unik dan Menarik

Lebaran di Eropa memiliki tradisi yang beragam dan unik, mencerminkan budaya lokal dan komunitas Muslim setempat.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 30 Maret 2025, 11:00 WIB
Umat Muslim berjalan ke Masjid Pusat Cologne di Cologne, Jerman, Jumat (14/10/2022). Panggilan Azan untuk pertama kali dikumandangkan dari salah satu masjid terbesar Jerman di Cologne pada Jumat - tetapi dengan volume terbatas. (AP Photo/Martin Meissner)

Liputan6.com, Jakarta Lebaran, yang dikenal sebagai Hari Raya Idul Fitri, merupakan momen yang sangat berarti bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun, tradisi Lebaran di Eropa sangat beragam dan berbeda-beda tergantung pada negara dan komunitas Muslim yang ada.

Uni Eropa merupakan sebuah blok yang terdiri dari berbagai negara di Eropa dengan budaya dan tradisi yang kaya. Oleh karena itu, tidak ada satu tradisi khusus 'Uni Eropa' untuk merayakan Lebaran.

Namun begitu, di tiap negara Eropa banyak tradisi unik yang muncul selama perayaan Lebaran. Beberapa negara memiliki cara tersendiri untuk merayakan hari istimewa ini, mulai dari pertukaran hadiah hingga festival yang meriah.

Beberapa tradisi Lebaran yang populer di berbagai negara Eropa pun bisa digali. Salah satu tradisi yang menarik datang dari Jerman, di mana masyarakat Muslim sering melakukan pertukaran hadiah selama tiga hari setelah Lebaran.

Tradisi ini mirip dengan yang dilakukan saat Natal, di mana keluarga dan tetangga saling mengunjungi dan memberikan hadiah sebagai tanda kasih sayang dan kebersamaan. Ini adalah cara yang indah untuk mempererat hubungan antar keluarga dan komunitas.


Prasmanan Internasional di Islandia

Islandia, yang berada di atas titik panas vulkanik di Atlantik Utara, rata-rata mengalami letusan setiap empat hingga lima tahun. (AFP/Kristinn Magnusson/Iceland Out)

Di Islandia, tradisi Lebaran ditandai dengan prasmanan yang menyajikan beragam hidangan internasional. Masyarakat Muslim di sana mengundang keluarga dan teman untuk menikmati hidangan khas Timur Tengah dan makanan lokal.

Prasmanan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menikmati makanan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga dan merayakan kebersamaan.


Membeli Baju Baru dan Fête Sucrée di Prancis

Masjid di ibu kota Prancis, Grande Mosquée de Paris yang menjadi saksi sejarah (LPLT / Wikimedia Commons)

Di Prancis, membeli pakaian baru menjelang Lebaran adalah tradisi yang umum dilakukan. Hal ini juga mirip dengan banyak negara lain, termasuk Indonesia.

Selain itu, komunitas Muslim di Prancis juga merayakan Lebaran dengan berbagi makanan manis seperti kue dan pastry setelah salat Id. Tradisi ini dikenal sebagai Fête Sucrée, yang melambangkan kebersamaan dan perayaan.


Trick or Treat di Rusia

Wisatawan mengunjungi masjid Kul Sharif yang terletak di Kazan, Rusia. Masjid Kul Sharif yang didominasi warna putih dan biru laut ini dibangun pada tahun 1996 dan selesai pada 2005 lalu. (Photo by SAEED KHAN / AFP)

Di Rusia, ada tradisi unik di mana anak-anak berkeliling meminta permen dan manisan dari rumah ke rumah, mirip dengan tradisi Halloween.

Meskipun terdengar tidak biasa, ini menunjukkan bagaimana budaya lokal dapat mempengaruhi cara perayaan Lebaran di suatu tempat.

Lanjut Baca:

Di Inggris, khususnya di London, diadakan festival Lebaran yang meriah di Trafalgar Square. Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan musik, kaligrafi, dan acara lainnya yang merayakan keberagaman budaya. Ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan merayakan Lebaran dengan cara yang penuh warna dan menarik.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya