7 Perceraian Tragis Liverpool dan Pemain Bintang: Terbaru Trent Alexander-Arnold

Trent Alexander-Arnold sepertinya akan menjadi pemain selanjutnya yang pergi dari Liverpool dalam kondisi yang kurang baik.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 29 Maret 2025, 00:01 WIB
Fernando Torres, striker asal Spanyol berusia 38 tahun, pensiun pada Agustus 2019 setelah bermain untuk Sagan Tosu. Ia bergabung dengan Liverpool dari Atletico Madrid di awal musim 2007/2008.

Liputan6.com, Jakarta - Trent Alexander-Arnold tampaknya akan menjadi pemain berikutnya yang meninggalkan Liverpool dalam keadaan yang kurang baik. Proses kepindahannya ke Real Madrid sepertinya semakin mendekati kenyataan.

Seperti yang dilaporkan oleh talkSPORT, pemain berusia 26 tahun ini telah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2027. Ia akan menandatangani kontrak selama lima tahun dengan klub Spanyol tersebut, dengan nilai kontrak yang melebihi 220.000 (sekitar Rp4,69 miliar) per minggu.

Keputusan yang diambil oleh Trent Alexander-Arnold ini telah memicu reaksi negatif di Anfield. Terlebih lagi, ia merupakan salah satu pemain yang telah lama membela The Reds, bahkan sejak usia muda.

Beberapa suporter Liverpool menunjukkan kemarahan mereka dengan cara membakar jersey yang bertuliskan nama Trent Alexander-Arnold. Tindakan ini mencerminkan betapa kecewanya mereka terhadap keputusan sang pemain.

Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi dari pihak Liverpool maupun Real Madrid mengenai transfer besar ini. Namun, sebenarnya rumor tentang kepindahan Trent ke Los Blancos sudah beredar cukup lama.

Selain Trent Alexander-Arnold, terdapat delapan pemain Liverpool lainnya yang juga pergi dalam situasi yang kurang menyenangkan, sebagaimana yang dilaporkan oleh Planet Football.


1. Raheem Sterling

Di musim 2015/16, Manchester City merekrut Raheem Sterling dari Liverpool seharga 57,33 juta. Sebelumnya, ia pernah berlatih di akademi Queens Park Rangers sebelum bergabung dengan akademi lain.

Pada tahun 2015, Sterling mengambil keputusan untuk tidak menerima tawaran kontrak yang ditawarkan sebesar 100.000 per pekan di Anfield dan memilih untuk bergabung dengan Manchester City. Proses transfernya menjadi sorotan publik dan menuai banyak perhatian.

Banyak penggemar Liverpool merasa kecewa dengan pilihan Sterling untuk pindah ke tim rival di Liga Inggris. Meskipun demikian, keputusan tersebut pada akhirnya terbukti menguntungkan bagi Sterling. Ia berhasil meraih 11 trofi bersama Manchester City dan mencetak lebih dari 130 gol selama kariernya di klub tersebut.


2. Fernando Torres

Setelah pindah ke Chelsea, karier Fernando Torres menurun. Meskipun menjadi pemain termahal, ia hanya berhasil mencetak 20 gol dalam 110 pertandingan. Keadaan ini mencerminkan penurunan performanya.

Striker dari Timnas Spanyol tersebut mengajukan permohonan untuk berpindah klub hanya tiga hari sebelum batas akhir transfer pada Januari 2011. Meskipun Liverpool awalnya menolak permintaannya, mereka akhirnya terpaksa menjualnya setelah Chelsea memanfaatkan klausul pelepasannya yang bernilai 50 juta. Jika kita merenungkan situasi tersebut, dapat dikatakan bahwa The Reds meraih keuntungan yang signifikan dari penjualan Torres. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa basis penggemar Liverpool merasa terguncang saat berita tersebut muncul.

Lanjut Baca:

"Ketika kami mendapatkan 50 juta pounds untuk Torres, kami seperti, 'wow, mereka tidak mendapatkan Torres yang kami kenal'. Kami tahu itu saat itu," ungkap mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, dalam program The Overlap. "Dia selalu mencetak gol melawan Chelsea dan Chelsea sangat menginginkannya. Satu-satunya pertandingan bagus yang dia mainkan musim itu adalah melawan Chelsea." Pernyataan tersebut mencerminkan betapa berartinya Torres bagi Liverpool dan bagaimana kepindahannya ke Chelsea menjadi momen penting dalam sejarah klub.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya