Tradisi Lebaran di India dan Pakistan: Antara Eidi dan Mudik

Eid-ul-Fitr di India dan Pakistan kaya akan tradisi, mulai dari Eidi hingga mudik, menciptakan momen kebersamaan yang istimewa.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 25 Maret 2025, 15:30 WIB
Sebuah pasar sepi terlihat di depan Masjid Jama selama jam malam akhir pekan di New Delhi, India, Sabtu (8/1/2022). Pihak berwenang memberlakukan jam malam selama akhir pekan di seluruh negara bagian Delhi saat jumlah kasus covid-19 kembali melonjak. (Prakash SINGH/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Lebaran atau Eid-ul-Fitr adalah hari yang paling ditunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di India dan Pakistan. Pada hari ini, umat Muslim merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadan. Tradisi yang dilakukan di kedua negara ini memiliki kesamaan, namun juga memiliki ciri khas masing-masing yang mencerminkan budaya dan keunikan masyarakatnya.

Di India dan Pakistan, salah satu tradisi Lebaran yang paling menarik adalah pemberian Eidi. Eidi adalah uang yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak-anak, mirip dengan tradisi THR di Indonesia.

Tradisi ini menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak, karena mereka bisa mendapatkan uang saku yang bisa digunakan untuk membeli barang-barang yang mereka inginkan.

Selain Eidi, ada juga sajian manis khas yang tidak boleh dilewatkan, yaitu Sheer Khurma. Makanan manis ini terbuat dari susu, kurma, dan bihun, dan menjadi hidangan populer selama perayaan Lebaran. Setiap rumah biasanya menyajikan Sheer Khurma sebagai simbol kebahagiaan dan perayaan.


Chand Raat: Malam Persiapan yang Meriah

Ramadan menjadi bulan yang paling ditunggu oleh muslim di seluruh dunia termasuk Pakistan. (Aamir Qureshi/AFP)

Chand Raat, atau malam sebelum Idul Fitri, menjadi waktu yang sangat spesial bagi masyarakat India dan Pakistan. Pada malam ini, perempuan muda biasanya menghiasi tangan mereka dengan henna dan mengenakan pakaian serta perhiasan yang berwarna-warni. Atmosfer penuh semangat dan antusiasme menyelimuti malam ini, menandai persiapan menyambut hari raya yang penuh berkah.

Tradisi melukis henna ini tidak hanya menjadi simbol keindahan, tetapi juga merupakan bagian penting dari budaya. Keluarga berkumpul untuk merayakan malam ini dengan berbagi cerita dan tawa, menciptakan momen yang tak terlupakan sebelum hari kemenangan tiba.

Di malam Chand Raat, suasana menjadi semakin meriah dengan berbagai bazaar yang menjual barang-barang khas Lebaran, mulai dari pakaian baru hingga perhiasan. Ini adalah saat yang tepat bagi keluarga untuk berbelanja dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk perayaan Idul Fitri.


Tradisi Mudik: Kembali ke Kampung Halaman

Umat Muslim berbuka puasa di masjid Jama Masjid pada hari pertama bulan suci Ramadhan, di New Delhi (14/4/2021). Masjid Jama ini selesai pada tahun 1656 M dan merupakan yang terbesar dan terkenal di India. (AFP/Prakash Singh)

Mirip dengan Indonesia, tradisi mudik juga sangat kuat di Pakistan. Banyak orang yang tinggal di kota-kota besar seperti Karachi, Lahore, dan Islamabad akan kembali ke kampung halaman mereka menjelang Lebaran. Tradisi ini menunjukkan betapa pentingnya nilai keluarga dan kebersamaan dalam perayaan Idul Fitri.

Lanjut Baca:

Perjalanan mudik di Pakistan sering kali sangat padat, mirip dengan situasi di Indonesia. Para pemudik harus mempersiapkan perjalanan jauh dan menghadapi kemacetan yang mungkin terjadi di jalan. Namun, semua itu terbayar dengan momen berkumpul bersama keluarga dan merayakan hari yang penuh kebahagiaan. Selain itu, di India, hidangan seperti Biryani Kambing juga menjadi sajian populer selama Lebaran. Makanan ini menambah kekayaan kuliner dalam perayaan dan menjadi salah satu hidangan yang dinantikan oleh banyak orang. Setiap keluarga memiliki resep khas yang diwariskan dari generasi ke generasi, menciptakan keunikan tersendiri dalam setiap hidangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya