Liputan6.com, Jakarta Penyanyi legenda asal Meksiko, Paquita la del Barrio dikabarkan meninggal dunia di usia 77 tahun. Ia yang dikenal karena suaranya yang kuat dan pembelaannya yang gigih terhadap wanita, meninggal di rumahnya di Veracruz Senin dini hari (17/2/25).
Dilansir dari The Hollywood Reporter, Senin (17/2/25), meninggalnya penyanyi tersebut diumumkan di akun media sosial resminya dan dikonfirmasi oleh perwakilannya kepada The Associated Press. Ibu kota negara bagian Veracruz berduka atas meninggalnya penyanyi ikonik tersebut. Sebelumnya dikabarkan, bahwa ia baru-baru ini menghadapi sejumlah masalah kesehatan.
Advertisement
"Dengan kesedihan dan kepedihan yang mendalam, kami mengonfirmasikan meninggalnya Paquita la del Barrio yang kami cintai di rumahnya di Veracruz," kata pernyataan itu. “Dia adalah artis yang unik dan tak ada duanya, yang akan meninggalkan jejak abadi di hati kita semua yang mengenalnya dan menikmati musiknya.”
Selama berkarier, Paquita menghadirkan banyak lagu patah hati dan pengkhianatan. Ia terkenal karena lagu hitnya "Rata de dos patas", yang menggunakan metafora seekor tikus untuk menggambarkan seorang pria yang selingkuh. Ia juga merupakan pengisi suara di balik album-album hit "Puro Dolor," "Eres Un Farsante" dan "Romeo Y Su Nieta
Pembatalan Konser Karena Sakit
Dilansir dari Verdauen, Minggu (26/1/25), sebelum Paquita dikabarkan meninggal dunia, Januari lalu ia membatalkan konser yang akan diadakan di Auditorium Nasional di Mexico City, bersama Sonora Santanera, karena masalah kaki. Hingga akhirnya, ia dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemulihan dalam jangka waktu yang lama karena berbagai alasan.
Dalam publikasi pembatalan konsernya, Paquita menyampaikan rasa permintaan maafnya dan tidak dapat hadir hingga Maret mendatang. “Terima kasih atas pengertian Anda dan saya harap Anda dapat bergabung dengan saya pada tanggal 16 Maret ini untuk menyanyikan semua lagu saya untuk teman Anda Paquita la Del Barrio,” tulisnya.
Penyanyi terkenal Meksiko tersebut, dikabarkan tidak memiliki penyakit serius seperti yang dispekulasikan, namun mengungkapkan bahwa ia tidak terlalu disiplin dalam penggunaan oksigen seperti yang ditunjukkan oleh dokter.