Cerita Kapala Sekolah di Sumenep Usai Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara: Uang Jajan Langsung Habis

Para kepala sekolah juga memberi masukan terkait program Presiden Prabowo Subianto ini.

oleh Musthofa AldoDiterbitkan 18 Februari 2025, 08:00 WIB
Ratusan siswa di SDN Rawa Kompeni, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, mengikuti program makan bergizi gratis (MBG) pada hari ini, Senin (6/1/2025). (Liputan6.com/ Pramita Tristiawati)

Liputan6.com, Jakarta - Hari pertama penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (17/2/2025) tanpa gejolak. Ini dituturkan kepala sekolah peserta program Makan Bergizi Gratis yaitu SDN Pandian 1.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SDN Pandian 1, Kusniah mengatakan begitu dirinya mendapat pemberitahuan tentang penghentian sementara program MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sabtu (15/2/2025) lalu, dia langsung meneruskan informasi tersebut kepada wali murid.

"Jadi di hari Sabtu dan Minggu itu banyak yang menanyakan alasannya, makanya hari ini tidak ada lagi pertanyaan kenapa makan gratis dihentikan," kata Kusniah.

Uang Jajan Habis

Program Makan Bergizi Gratis di Sumenep Resmi Dihentikan

Kusnia yang juga menjabat wali kelas IV mengaku sempat memantau situasi anak didiknya setelah tak ada makan siang. Para murid, kata dia, umumnya mengaku uang jajan yang biasa bersisa, untuk hari ini langsung habis dibelikan jajan.

"Waktu dapat makan siang, setiap hari uang jajan masih sisa, hari ini sangunya habis dibuat beli jajan semua karena lapar," ujar dia.

Dia mengaku tidak tahu pasti penyebab penghentian MBG di Sumenep. Namun, kata dia, sejak diberlakukan pertama kali pada 13 Januari silam, nyaris tak ada kendala. Bahkan, waktu pendistribusian pun selalu tepat waktu sesuai jam istirahat sekolah.

"Kalau di pengumuman, hanya disebutkan dihentikan sementara karena dinamika internal," tutur dia.

Masukan untuk Program MBG

Infografis Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Diubah Jadi Makan Bergizi Gratis. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Sementara soal program MBG sendiri, Kusnia punya beberapa masukan. Pertama untuk buah sebaiknya diberikan buah yang berkulit seperti pisang atau jeruk.

Begitupun lauk, untuk telur jangan diberikan yang rebusan. Sebiasa mungkin telur goreng yang diberi bumbu dan penyedap.

"Kalau buahnya diiris seperti semangka, saat sampai sekolah kadang rasanya sudah beda. Kalau telur rebus biasanya tidak dimakan, sebaiknya telurnya digoreng. Kalau ada bumbunya anak-anak lebih suka," ungkap dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya