Liputan6.com, Jakarta - Marcus Rashford memulai babak baru dalam kariernya dengan bergabung bersama Aston Villa sebagai pemain pinjaman. Kepindahan ini tidak hanya berkaitan dengan performa Villa yang tengah meningkat di Premier League serta berhasil mencapai 16 besar Liga Champions, tetapi juga mencerminkan kondisi sulit yang sedang dihadapi oleh Manchester United (MU).
Dahulu, MU dikenal sebagai klub terbesar di dunia dengan deretan pemain bintang dan pelatih legendaris, namun saat ini mereka berada dalam situasi yang sangat berbeda. Saat ini, The Red Devils terpuruk di urutan ke-13 dalam klasemen Premier League, dengan Ruben Amorim sebagai pelatih belum menunjukkan prestasi yang memuaskan.
Advertisement
Klub ini juga dipenuhi oleh pemain-pemain mahal yang tidak mampu menunjukkan performa terbaik mereka, sementara gelar liga terakhir yang mereka raih adalah pada musim 2012/2013, yang juga merupakan tahun terakhir Sir Alex Ferguson sebagai manajer sebelum pensiun.
MU masih memiliki skuad yang terbatas, dengan kehadiran pemain seperti Bruno Fernandes, serta keberhasilan mendatangkan pemain muda seperti Matthijs de Ligt, Leny Yoro, Mason Mount, Joshua Zirkzee, Manuel Ugarte, dan Rasmus Hojlund.
Bahkan, perekrutan pemain berpengalaman seperti Casemiro sempat dianggap sebagai pencapaian signifikan, tetapi kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Banyak pemain yang meninggalkan MU justru berkembang menjadi bintang di klub lain, menyoroti masalah yang ada di dalam tim.
Contoh Rashford bukanlah yang pertama. Beberapa mantan pemain MU lainnya juga berhasil menemukan kembali performa terbaik mereka setelah meninggalkan Old Trafford. Berikut adalah beberapa di antara mereka:
1. David De Gea
David De Gea, yang telah lama menjadi pilar utama Manchester United, mengalami penurunan performa yang signifikan sebelum akhirnya klub memutuskan untuk melepasnya pada musim panas 2023. Saat ini, kiper yang berasal dari Spanyol tersebut sedang merasakan kebangkitan karier bersama Fiorentina dan bahkan sempat mencatatkan diri sebagai kiper dengan statistik terbaik di Eropa hingga Desember 2024.
Perjalanan De Gea di Fiorentina menunjukkan bahwa ia masih memiliki kemampuan luar biasa meskipun sebelumnya menghadapi tantangan dalam performanya. Dengan penampilan yang mengesankan, ia kembali menunjukkan kualitasnya dan menjadi sorotan di dunia sepak bola, membuktikan bahwa ia masih bisa bersaing di level tertinggi.