Juliet Project Sentil Moral dan Etika di Masa Kini Lewat Lagu Berani, Bereksperimen dengan Musik Rock Alternatif Era 1980-an

Melalui lagu "Berani", Juliet Project pun hadir dengan eksperimen musik genre pop rock indie alternative 1980-an dan 1990-an dengan warna yang lebih fresh.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 18 Januari 2025, 19:00 WIB
Juliet Project: Bimo Sulaksono, Zidni Hakim, dan Willy Kinan baru merilis debut single mereka, "Indah" ciptaan Bimo. (Liputan6.com/Herman Zhakaria)

Liputan6.com, Jakarta Juliet Project, sebuah formasi sekaligus brand baru dari Juliette band, kini tengah gencar kembali produktif di ranah musik Indonesia. Band yang digawangi oleh Bimo sejak 2004 ini, rupanya masih gemar bereksperimen. Terbaru, Mereka baru saja merilis single berjudul "Berani".

Seperti single "Indah", lagu "Berani" kembali dibawakan oleh formasi baru Juliet Project. Mereka adalah Zidni Hakim (vokal), Willy Kinan (gitar), dan Bimo Sulaksono (bass, piano/keyboard, drum).

Melalui lagu "Berani", Juliet Project pun hadir dengan eksperimen musik genre pop rock indie alternative 1980-an dan 1990-an dengan warna yang lebih fresh. Bahkan, ada nuansa post-punk yang diusung mereka. 

Lagu yang ditulis dan dikomposisi oleh sang punggawa Juliet Project sendiri, Bimo Sulaksono, menyorot tema krusial yang seolah mewakili keresahan masyarakat awam, yakni merosotnya etika dan moral.

Lagu "Berani" menceritakan tentang dinamika psikologi mahluk hidup (manusia) yang selalu bercermin pada moral dan etika yang jujur, berani, serta tangguh. Selama ini, hal-hal tersebut dianggap sudah mulai langka ditemukan di era sekarang.

 


Tema Lirik yang Berani seperti Judulnya

Juliet Project saat merilis single Berani yang mengusung genre rock lawas era 1980-an dan 1990-an. (Dok. IST)

Beda dari tema lagu "Indah", single "Berani" seperti judulnya, terinspirasi dari keresahan masyarakat awam mengenai moral dan etika yang terkadang tak patut dicontohkan oleh para elit di Tanah Air. Dari situlah Juliet Project, terutama Bimo, berharap ke depannya ada sosok pemimpin yang patut menjadi inspirasi dalam keberanian.

"Cerita liriknya itu umum, tentang sosial, moral. Jadi ini mencerminkan pemimpin yang berani, kali aja ada, kan, atas nama cinta dan damai, jalan sendiri. Keren, kan?" ucap Bimo saat dihubungi Showbiz Liputan6.com lewat sambungan telepon via aplikasi chat, Jumat (18/1/2025).

"Jadi gua juga berusaha untuk membuat orang-orang yang mendengarkan lagu gua, awalnya enggak melek sama merosotnya moral dan etika, akhirnya malah 'risih' dan mulai memperhatikan," sambungnya.

 


Inspirasi Musik pada Lagu Berani

Juliet Project: Bimo Sulaksono, Willy Kinan, dan Zidni Hakim saat bertandang ke kantor Liputan6.com di Gedung KLY, Gondangdia, Rabu (13/11). (Liputan6.com/Herman Zhakaria)

Mengenai musikalitas yang diusung dalam lagu ini, Bimo terang-terangan menyatakan bahwa grup musik pop rock asal Inggris, Duran Duran sebagai inspirasi utamanya.

"Memang gua terinspirasi dari Duran Duran, anak-anak sekarang kayaknya udah banyak yang enggak tahu, ya?" ungkap Bimo.

Lanjut Baca:

Ditanya alasannya mengusung musik yang terinspirasi Duran Duran namun memilliki nuansa post-punk layaknya Joy Division dengan sentuhan rock, Bimo menyampaikan, "Biar beda aja, ganti suasana aja. Habisnya bosan sama rock yang begitu-begitu saja. Nah ini kan rock tanpa distorsi tapi energi rock-nya ada. Ya masuknya post-punk, sih."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya