Seorang penjaga toko menyaksikan layar televisi yang menampilkan siaran langsung Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol yang membungkuk setelah mengakhiri pidatonya, di sebuah pasar elektronik di Seoul pada Sabtu 7 Desember 2024. (Jung Yeon-je/AFP)
Hari ini, Sabtu 7 Desember 2024, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol meminta maaf atas kegaduhan yang disebabkan oleh kebijakannya terkait deklarasi darurat militer. (Jung Yeon-je/AFP)
Pengumuman permintaan maaf Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol diungkap dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi. (ANTHONY WALLACE/AFP)
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengumumkan kembali kebijakan darurat militer. (Jung Yeon-je/AFP)
Untuk diketahui, sebelumnya Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol sempat mengumumkan status darurat militer pada Selasa (3/12/2024) malam. (ANTHONY WALLACE/AFP)
Namun, enam jam kemudian, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mencabut kembali kebijakan tersebut setelah mendapat penolakan dari parlemen Korea Selatan. (ANTHONY WALLACE/AFP)
Keputusan darurat militer telah menyebabkan kecemasan dan ketidaknyamanan bagi warga Korea Selatan. (Jung Yeon-je/AFP)