Demo buruh di depan gedung DPR masih berlangsung hingga sekitar pukul 12.45 WIB. Ribuan buruh masih memadati Gedung Wakil Rakyat. Mereka tergabung dalam SPN (Serikat Pekerja Nasional) dan Gasperindo (Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia).
Aksi buruh sempat diwarnai ketegangan. Ketegangan terjadi bukan antara buruh dengan aparat, melainkan buruh dengan buruh.
Pantauan Liputan6.com, di tengah-tengah aksi pertunjukan teaterikal, sempat terjadi perebutan massa buruh koordinator lapangan atau korlap buruh sendiri.
Perebutan berawal dari SPN perwakilan Jawa Tengah, yang mengimbau agar massa buruh melepas lalu memindahkan spanduk yang terbentang di pagar komplek parlemen dan pagar Tol Dalam Kota ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Yuk copot spanduk, kita gerak ke MK," kata salah satu koordinator lapangan dari SPN Jawa Tengah di sela-sela aksi.
Merasa tak kompak, koordinator aksi SPN perwakilan Jawa Barat yang baru saja tiba langsung berteriak menyatakan protes. "Jangan sekali-sekali terprovokasi meninggalkan tempat ini. Saya ingatkan sekali lagi, kita berupaya sampai sini berjuang. Baru kita sampai sini, belum istirahat sudah disuruh geser ke MK," kata koordinator aksi SPN perwakilan Jawa Barat, Iwan Kusmawan meminta massa tetap di tempat.
Akan tetapi, koordinator aksi SPN perwakilan Jawa Tengah tidak mau kalah. "Jangan seperti itu, satu komando ya satu komando, tapi jangan satu gerak satu tinggal," tegas koordinator aksi SPN Jawa Tengah itu.
Namun, sebagian massa buruh tetap melepaskan spanduk sepanjang 250 meter yang diklaim masuk ke dalam rekor MURI. Kemudian, sebagian massa pun tetap meninggalkan parlemen dan menuju MK. Tetapi sebagian massa buruh masih tetap bertahan di depan gedung parlemen untuk meneruskan aksi tersebut. (Tnt)
Aksi buruh sempat diwarnai ketegangan. Ketegangan terjadi bukan antara buruh dengan aparat, melainkan buruh dengan buruh.
Pantauan Liputan6.com, di tengah-tengah aksi pertunjukan teaterikal, sempat terjadi perebutan massa buruh koordinator lapangan atau korlap buruh sendiri.
Perebutan berawal dari SPN perwakilan Jawa Tengah, yang mengimbau agar massa buruh melepas lalu memindahkan spanduk yang terbentang di pagar komplek parlemen dan pagar Tol Dalam Kota ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Yuk copot spanduk, kita gerak ke MK," kata salah satu koordinator lapangan dari SPN Jawa Tengah di sela-sela aksi.
Merasa tak kompak, koordinator aksi SPN perwakilan Jawa Barat yang baru saja tiba langsung berteriak menyatakan protes. "Jangan sekali-sekali terprovokasi meninggalkan tempat ini. Saya ingatkan sekali lagi, kita berupaya sampai sini berjuang. Baru kita sampai sini, belum istirahat sudah disuruh geser ke MK," kata koordinator aksi SPN perwakilan Jawa Barat, Iwan Kusmawan meminta massa tetap di tempat.
Akan tetapi, koordinator aksi SPN perwakilan Jawa Tengah tidak mau kalah. "Jangan seperti itu, satu komando ya satu komando, tapi jangan satu gerak satu tinggal," tegas koordinator aksi SPN Jawa Tengah itu.
Namun, sebagian massa buruh tetap melepaskan spanduk sepanjang 250 meter yang diklaim masuk ke dalam rekor MURI. Kemudian, sebagian massa pun tetap meninggalkan parlemen dan menuju MK. Tetapi sebagian massa buruh masih tetap bertahan di depan gedung parlemen untuk meneruskan aksi tersebut. (Tnt)