Manufaktur Agribisnis Modal RI Hadapi Komunitas Ekonomi ASEAN

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menilai Indonesia harus bisa membangun industri berbasis manufaktur agribisnis agar bisa menghadapi pelaksanaan masyarakat ekonomi ASEAN (Asean Economic Community/AEC)di 2015.

oleh Dian Ihsan SiregarDiterbitkan 27 April 2013, 13:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menilai Indonesia harus bisa membangun industri berbasis manufaktur agribisnis agar bisa menghadapi pelaksanaan masyarakat ekonomi ASEAN (Asean Economic Community/AEC) di 2015.

Dia mengungkapkan bagi masyarakat agribisnis ada sektor yang bisa dimantapkan seperti pertanian, hortikultura dan industri. "Kalau semua itu sudah disiapkan maka kita akan siap menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015," ujar Hatta dalam acara Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Nasional Masyarakat Agribisnis Indonesia (MAI) di hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (27/4/2013).

Dia mengungkapkan dengan terus mengembangkan sektor agribisnis maupun agroindustri maka Indonesia akan bisa memajukan ketahanan pangan di Indonesia. Sehingga saat pelaksanaan masyarakat ekonomi ASEAN tidak akan tergerus negara lain.

Maklum, jika pelaksanaan kerjasama ini terealisasi maka produk dari negara ASEAN lain akan bebas masuk ke Indonesia. "Jadi dengan memajukan ketahanan pangan, maka kesejahteraan petani bisa meningkat. Maka dari itu Masyarakat Agribisnis Indonesia dan pemerintah perlu bersinergi untuk merealisasikan kebijakannya di lapangan," tegas dia.

Hatta mengungkapkan, pihak MAI bisa memberikan pengetahuan mereka untuk menciptakan ketahanan pangan nasional, sekaligus membangun pasar agribisnis sehingga komoditas asal negeri ini mendapatkan nilai tambah lebih.

Selain itu, dia menginginkan agribisnis menjadi lebih berkembang bukan hanya di bidang ekspor dan impor saja, serta memberikan dampak lanjutan menyejahterakan petani.

Dia menjelaskan, kalau neraca perdagangan di pertanian masih sangat surplus di level US$ 20 miliar di tahun 2012, dengan sumbangan terhadap Growth Domestic Product (GDP) sebesar 14,5%, di mana sektor manufaktur masih sebesar 24%.

Hatta pada hari ini juga didaulat untuk mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Nasional Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI). Hatta pun dalam hal ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina MAI.

Dalam hal ini, pengusaha Fadel Muhammad didaulat sebagai Ketua Umum dan Fransiscus Welirang sebagai Bendahara Umum, dan Maxdeyul Sola sebagai Sekretaris Jenderal. (Dis/Nur)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya