3 Pemain Manchester United yang Doyan Blunder di Era Erik ten Hag

Berikut adalah tiga pemain Manchester United yang dalam beberapa musim terakhir doyan melakukan kesalahan fatal yang berujung pada hasil yang kurang menguntungkan.

oleh ThomasDiterbitkan 06 September 2024, 00:01 WIB
ilustrasi logo manchester united (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta Nama Casemiro menjadi sorotan setelah pertandingan antara Manchester United dan Liverpool pada pekan ketiga Liga Inggris 2024/2025 yang berlangsung akhir pekan lalu. Penampilan eks pemain FC Porto itu jauh dari harapan, dan ia menerima banyak kritik tajam dari berbagai pihak.

Casemiro ditarik keluar pada babak pertama dalam laga yang sangat menyakitkan bagi MU. Pemain asal Brasil ini menjadi sasaran empuk kritik karena performanya yang mengecewakan.

Ia digantikan oleh pemain muda Toby Collyer setelah melakukan dua kesalahan fatal yang berujung pada dua gol yang dicetak oleh Luis Diaz untuk The Reds. Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai masa depannya di MU.

Menurut laporan dari Futbol Arena yang dikutip oleh Sportbible pada Rabu (4/8/2024), Casemiro kini santer diberitakan akan bergabung dengan klub Turki, Galatasaray, yang dilatih oleh Jose Mourinho.

Melakukan kesalahan di klub sebesar MU adalah hal yang sangat tidak dapat diterima. Namun, belakangan ini, banyak pemain yang sering melakukan blunder yang merugikan tim.

Berikut adalah tiga pemain MU yang dalam beberapa musim terakhir kerap melakukan kesalahan yang berujung pada hasil negatif bagi tim.

 


Marcus Rashford

Penyerang Manchester United, Marcus Rashford, sukses mencetak gol kedua bagi timnya melalui tendangan penalti yang menaklukkan gawang Everton dalam pertandingan pekan ke-28 Premier League 2023/2024 yang berlangsung di Stadion Old Trafford.

Rasanya cukup mengejutkan melihat perbedaan Marcus Rashford tiga hingga empat musim lalu dengan penampilannya saat ini. Dulu, ia tampak berani dan percaya diri, tetapi sekarang sering kali terlihat ragu dan enggan menghadapi duel satu lawan satu dengan lawan.

Banyak yang berpendapat bahwa perubahan perannya dari striker sentral menjadi penyerang sayap menjadi penyebab penurunan performanya. Namun, bukankah kemampuan beradaptasi adalah salah satu indikator sejati dari kualitas seorang pesepak bola? Contohnya, Wayne Rooney yang rela 'ngalah' menjadi striker bayangan tetap mampu menjalankan perannya dengan sangat baik selama di Manchester United.

Di sisi lain, Rashford seharusnya bisa menunjukkan potensi terbaiknya, tetapi malah tampil di bawah ekspektasi. Meskipun kesalahan yang dilakukannya mungkin tidak selalu berakibat fatal, sebagai seorang striker, penyerang yang telah dianugerahi gelar MBE ini sering kali gagal menyelesaikan serangan Manchester United, baik dalam situasi set-piece maupun serangan balik yang cepat.

Lanjut Baca:

Datang ke Manchester United dari Ajax dengan harapan besar, Antony justru sering menjadi bahan olok-olok di kalangan netizen. Meskipun kemampuan dribelnya tak perlu diragukan, masalahnya terletak pada penerapan skill tersebut yang seringkali tidak tepat waktu. Antony kerap terlihat bermain individualis, mirip dengan Rashford, di mana kesalahan-kesalahan kecilnya menyebabkan ia kehilangan momentum atau mengubah tempo permainan secara tidak perlu. Saat ini, posisinya sebagai starter tidak lagi terjamin. Ironisnya, Erik ten Hag, yang memahami potensi winger asal Brasil ini karena latar belakangnya di Ajax, kini harus mempertimbangkan opsi lain. Selain itu, kontrol emosi Antony juga menjadi masalah bagi tim. Ia masih terlalu mudah terprovokasi oleh tindakan lawan, yang mengganggu fokusnya di lapangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya