3 Perguruan Tinggi Indonesia Masuk 100 Besar Webcometrics Asia

Tiga perguruan tinggi negeri di Indonesia masuk dalam daftar 100 bersar Asia pada data Webometrics periode Februari 2013.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 April 2013, 16:13 WIB
Tiga perguruan tinggi negeri di Indonesia masuk dalam daftar 100 bersar Asia pada data Webometrics periode Februari 2013. Peringkat webcometrics terbaik yang mampu diraih perguruan tinggi negeri Indonesia hanya berada di urutan ke-70.

"Data rangking Webometrics periode Februari 2013, dari jajaran perguruan tinggi Indonesia yang masuk top 100 Asia, hanya 3 PTN," kata Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Apitisi) Edy Suandi Hamid di Batam, Minggu (14/4/2013)

Tiga perguruan tinggi itu adalah Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menempati posisi 70, Institut Teknologi Bandung (ITB) di posisi 81 dan Universitas Indonesia (UI) di peringkat 95. Webcometrics adalah pemeringkatan situs web perguruan tinggi di seluruh dunia. Dalam pemeringkatannya, webometric menggunakan dua indikator utama, yaitu keterkenalan dan isi web sebuah perguruan tinggi.

Edy menambahkan, dengan sedikitnya PTN yang masuk top 100 Asia menjadi tantangan setiap lembaga pendidikan, khususnya sekitar 3.100 perguruan tinggi swasta ({TS) di Indonesia. Sementara ini sudah ada perguruan tinggi swasta yang masuk top 100 ASEAN, di antaranya Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Gunadarma.

Rektor UII Yogyakarta ini mengatakan, untuk meningkatkan kualitas PTS, Aptisi telah bekerjasama dengan sejumlah universitas di luar negeri, di antaranya University of Technology Sidney dan Deakin University di Australia dan University of Debrecen di Hongaria. Apitisi juga mengembangkan jaringan kerjasama pendidikan di Hungaria, Kroasia, dan Spanyol.

"Melalui kegiatan Strenghten Indonesia-Europe Higher Education Network, harapannya akan menjadi langkah konkrit untuk meningkatkan kualitas kelembagaan, kemampuan PTS agar lebih berperan dalam pembangunan bangsa, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya," kata Edy.

Apitisi juga mengadakan pelatihan penyusunan instrumen penjaminan mutu internal sebagai bagian dari proses akreditasi. Menurut dia, hingga saat ini belum semua PTS memiliki lembaga penjaminan mutu, sehingga perlu pelatihan oleh Aptisi.

Penjaminan mutu internal menjadi "self assessment" perguruan tinggi sebelum diakreditasi oleh pihak ketiga. Meski dilakukan oleh internal perguruan tinggi, kata dia, tetap harus dilakukan secara objektif oleh petugas. (Ant/Eks)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya