Kolaborasi Pemerintah dan Bulog, Sinergi yang Kokohkan Ketersediaan Pangan

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin mengatakan bahwa Kota Tangerang pada khususnya memerlukan visibilitas yang jelas tentang ketersediaan pangan. Hal tersebut penting untuk menjamin kestabilan dan ketersediaan yang terkendali.

oleh stella maris diperbarui 01 Apr 2024, 15:41 WIB
Kolaborasi Pemerintah dan Bulog, Sinergi yang Kokohkan Ketersediaan Pangan/Istimewa.

Liputan6.com, Tangerang Untuk menjaga keamanan stok pangan di wilayah Tangerang, Kementerian Pertanian bersama Komisi IV DPR-RI dan Bulog merangkul sinergi yang tangguh. Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, dengan penuh semangat mengajak Perum Bulog untuk mengarahkan perhatiannya pada pemeliharaan stok cadangan beras, memastikan kecukupan pasokan dan kestabilan harga. 

"Kita memerlukan visibilitas yang jelas tentang ketersediaan pangan di Tangerang. Hal ini penting untuk menjamin kestabilan dan ketersediaan yang terkendali," ujar Sudin. 

 

Ki-ka: Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin; PJ Wali Kota Tangerang, Nurdin; Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy; Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah/Istimewa.

Mewakili Menteri Pertanian, Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah, dalam kunjungan bersama Komisi IV DPR-RI di Gudang Bulog Tangerang, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan untuk kebutuhan masa kini dan masa depan. Febby Novita, Direktur Bisnis Perum Bulog, menyampaikan bahwa stok beras sebanyak 16.598 ton diperoleh dari dalam negeri, dengan langkah-langkah pemantauan dan evaluasi yang terus dilakukan untuk memperbaharui pasokan.

PJ Wali Kota Tangerang, Nurdin, melaporkan upaya kolaboratif yang berkelanjutan dengan Bulog dan pihak terkait, memastikan kelancaran pasokan berbagai komoditas pangan di setiap kecamatan, serta penyelenggaraan Bazar Pangan Murah Ramadan untuk masyarakat di berbagai kelurahan. Selain beras, stok komoditas pangan lainnya seperti tepung terigu, minyak goreng, daging sapi, gula pasir, dan telur, juga mendapat perhatian yang serupa.

 

Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah/Istimewa.

Andi Nur menjelaskan langkah-langkah refocusing yang dilakukan Kementan dalam menjaga stok pangan, khususnya beras, melalui berbagai strategi pemeliharaan lahan dan penyediaan insentif bagi petani.

"Pemerintah tetap berkomitmen untuk memperkuat upaya dalam mendukung produksi pangan yang berkelanjutan," kata Andi menegaskan tekad Kementan untuk terus berupaya memastikan ketersediaan pangan yang mencukupi untuk semua.

 

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya