Muara Sungai Dangkal, Nelayan Cirebon Terancam

Pendangkalan muara sungai di kawasan pantai utara Cirebon dan Indramayu, Jabar, akibat sendimentasi yang berlangsung cukup lama menghambat bisnis perikanan.

oleh Liputan6Diterbitkan 01 Juni 2003, 08:52 WIB
Liputan6.com, Cirebon: Pendangkalan muara sungai di kawasan Pantai Uutara Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat, sangat memprihatinkan. Namun, hingga kini, pemerintah daerah setempat mengambil tindakan apa pun. Alasannya klasik: tak ada dana. Padahal, jika tak segera dibereskan, kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu sektor perikanan dan kelautan.

Masalah pendangkalan akibat sendimentasi di muara-muara sungai Pantura Jabar tidak main-main. Lihat saja, di wilayah kabupaten Cirebon, terdapat 52 sungai dan anak sungai yang bermuara di sepanjang Pantura Pulau Jawa. Sebanyak 20 sungai dan muara sungai di antaranya menjadi pangkalan nelayan tradisional dan berpotensi menjadi pelabuhan pendaratan ikan. Namun, gara-gara sendimentasi tersebut, muara sungai-sungai itu juga mengalami pendangkalan cukup parah.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Cirebon, Nunung Siti Nurjanah, membenarkan keadaan ini. Namun, menurut dia, pemda tidak dapat berbuat banyak mengatasi sendimentasi itu. Sementara para nelayan mengatakan, bila air laut pasang, kedalam perairan di muara sungai hanya berkisar 2,5 meter hingga empat meter. Alhasil, kapal nelayan berukuran besar tidak dapat merapat ke pelabuhan pendaratan ikan. Apalagi dalam kondisi air surut, kedalam air di muara menurun dan ketinggian air tidak lebih dari 50 centimeter.

Persoalan yang sama juga dihadapi para pemilik kapal di Sungai Bario, Kalimantan Selatan. Arus lalu lintas di sungai ini terhambat akibat sendimentasi. Meski pengerukan sudah selesai, tak sedikit kapal yang melewatinya kandas. Pasalnya, masih ada beberapa titik yang kedalamannya kurang dari lima meter [baca: Lalu Lintas Kapal Terhambat di Sungai Barito].(TNA/Ridwan Pamungkas)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya