TKW asal Jawa-Sumsel Menjadi Pelacur di Batam

Ribuan tenaga kerja wanita dari Pulau Jawa dan Sumsel terperangkap sindikat perdagangan perempuan antar daerah. Janjinya dipekerjakan di pabrik tapi malah dijadikan pelacur di rumah bordil.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 01 Juni 2003, 07:43 WIB
Ribuan tenaga kerja wanita dari Pulau Jawa dan Sumsel terperangkap sindikat perdagangan perempuan antar daerah.

Liputan6.com, Batam: Ida terus meratapi nasibnya. Perempuan muda ini tak pernah menyangka akan bekerja di rumah bordil di Batam. Padahal, dia pergi dari kampung untuk bekerja sebagai buruh pabrik atau karyawan restoran di pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura itu. Saat ini, ada ribuan Ida lain yang terperdaya sindikat perdagangan perempuan antardaerah. Demikian dikemukakan Kepala Kepolisian Kota Besar Barelang, Batam, Komisaris Besar Suhartono, Ahad (31/5). Sebagian di antara mereka sempat akan diselundupkan ke Malaysia dan Singapura sebagai pembantu rumah tangga, tapi gagal. Kebanyakan para tenaga kerja wanita (TKW) itu berasal dari Pulau Jawa dan Sumatra Selatan. Sebaliknya, para germo menolak tudingan para TKW tersebut. Mereka berdalih, para perempuan itu yang sukarela minta diberikan pekerjaan. Para germo juga mengaku membayar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per orang kepada para agen penyalur perempuan. Kapoltabes Barelang berjanji segera mengusut kasus tersebut. Dia juga mengimbau agar para calon TKW tidak terpancing janji surga para agen karena lapangan kerja di Batam sangat terbatas. Sakadar informasi, rayuan maut para calo TKW di kampung-kampung kerap terjadi [baca: Mereka Dipaksa Menjajakan Diri di Malaysia]. Banyak korban sudah membuka aibnya, namun tetap saja ada ribuan perempuan lain yang terperosok dalam bisnis mesum ini.(TNA/Erwan Budianto)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya