Saksikan FTV Ramadan Episode Ulah Culas Pedagang Sembako, Kamis 14 Maret 2024 Pukul 04:30 WIB di SCTV, Simak Sinopsisnya

Saksikan FTV Ramadan Episode Ulah Culas Pedagang Sembako, Kamis 14 Maret 2024 di SCTV.

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 14 Maret 2024, 04:05 WIB
FTV Ramadan Ulah Culas Pedagang Sembako tayang di SCTV. (Dok. SCTV/Sinemaart)

Liputan6.com, Jakarta - Idam (35) heran toko sembako miliknya sepi. Ketika ada orang lewat dan ditawari membeli barang di tokonya, orang tersebut berdalih dagangan di toko idam mahal-mahal, mending beli di toko lain. Idam jadi kesal.

Hasti (30), istrinya, menyabarkan. Rezeki sudah diatur sama Allah. Mungkin tidak ada salahnya mereka menurunkan harga dan ambil untung sedikit. Tapi Idam tak mau rugi. Idam menengok gudang simpanan. Idam jadi pusing lihat masih banyak barang yang belum laku.

Datang Jaki (30) karyawannya, minta gajinya yang dua bulan belum dibayar, tapi Idam malah marah-marah. Idam bilang Jaki lebih banyak nganggur, karena toko sepi. Idam ke rumah, pada saat sama Hasti memberi sedekah ke pengemis tapi diambil kembali oleh Idam.

Orang jualan lagi sepi malah ngasih sumbangan sama pengemis. Hasti bilang sedekah menyuburkan harta dan melancarkan rezeki. Idam makin kesal dan menyuruh istrinya masuk rumah seraya memperingatkan istrinya jangan lagi bersedekah.

Setelah istrinya masuk rumah, tiba-tiba ada gempa kecil disusul kemunculan pria misterius (40) di hadapannya. Idam mengira pria misterius hendak minta sumbangan. Idam dengan ketus bilang, lagaknya sok alim minta sumbangan buat bangun masjid, paling dimakan sendiri.

Pria misterius bilang dia datang bukan minta sumbangan, tapi ingin mengingatkan idam agar tidak menahan upah pekerjanya sebelum keringatnya kering, juga sisihkan sebagian hartamu untuk orang miskin. Pria misterius mengutip hadits dan ayat suci. Tapi idam kesal dinasehatin dan mengusir pria misterius. Bahkan dia melempari pria misterius dengan kerikil.

Idam mencari akal supaya tokonya laris. Dia lalu mengakali timbangan di tokonya dengan menambah timbal, agar berat barang bisa dikurangi. Hasti yang memergokinya menegur, itu dosa pak. Tapi idam bilang, kalau tidak begini mereka tidak dapat untung.

Selain itu idam juga menyuruh jaki, karyawannya, yang sedang mewadahi beras, gula, dan bahan dagangan lainnya dengan mencampur bahan kualitas jelek atau rusak. Meski berat, tapi jaki menurut. Idam lalu menjualnya dengan harga murah.

Lanjut Baca:

Akhirnya banyak orang berdatangan membeli. Idam senang, tokonya jadi laris. Hasti mencoba kembali mengingatkan jika berdagang dengan cara curang itu berdosa dan sangat merugikan konsumen. Tapi idam gak peduli. Idam malah mengancam, jika Hasti membocorkan hal ini ke orang lain, dia tak segan memukulnya. Muncul Dini (11), putri mereka yang masih SD, memeluk ibunya berusaha melindungi. Dini minta ayahnya jangan memukul ibunya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya