Liputan6.com, Jakarta Kabar gembira, Ramadhan kali ini, program Login besutan Habib Ja'far, Deddy Corbuzier, dan Onadio Leonardio tayang kembali. Masih dengan motif yang sama, program ini dibuat untuk memperkuat komitmen umat beragama dengan ajaran yang mereka anut.
Sekadar informasi, premis acara ini adalah Husein Ja'far Al Hadar atau yang akrab disapa Habib Ja'far mengajak Onad untuk "login" atau memeluk agama Islam. Setahun berjalan, upaya ini belum berhasil. Meski begitu, keduanya terus membangun dialog yang baik.
Advertisement
Episode pertama pada tahun ini menampilkan Dedi, ayah Onadio Leonardio, menjadi bintang tamu. Dalam kesempatan itu, Habib Jafar mengaku senang bertemu dengannya. Sebab selama ini, ia hanya mendengar tentang sosok dirinya dari cerita personel band Killing Me Inside itu.
Dari berbagai sumber dikatakan, niat Habib Jafar bermula mendekati pemeran film Why Do You Love Me, salah satunya dikarenakan pikiran Dedi yang terbuka soal agama.
Lantas, seperti apa pendapat Papa Onad tanggapi keinginan Habib Jafar menjadikan sang anak Mualaf? Simak berikut ini.
Pernah Belajar Filsafat
Sejak kecil, Onad sudah terbiasa ngobrol apa pun dengan sang ayah. "Kita punya satu ruangan di rumah, meja kecil bundar. Dari kecil, waktu gue SMP, kita tuh ngomongin religion, politik, itu lumrah, Bib. Jadi misal gue nanya, 'Pa, kenapa sih orang Islam gini?', bokap gue bisa jelasin, " kata Onad, dalam kanal Youtube Deddy Corbuzier Program Login, pada 11 Maret 2024, kemarin
Habib Jafar mendengar pernyataan Oned penasaran dari mana sang ayah tahu ajaran lintas agama itu. Papa Oned menjawab, "Sering baca aja, bukan satu agama aja, tertarik di agama, di filsafat, " terang Dedi.
Bahkan, ia menyampaikan, pernah berkuliah filsafat di Driyakarya Jakarta, yang disebutnya salah satu kampus filsafat yang paling bagus di Indonesia. Tak heran, kalau dirinya sangat terbuka dengan semua agama.
Bebaskan Sang Anak untuk Memilih
Ketika ditanya, pendidikan agama yang diajarkan kepada sang anak. Papa Onad menjelaskan, tidak pernah mendidik anaknya secara khusus pada satu agama. Sebaliknya, ia beri kebebasan untuk memilih kepercayaan agama mereka sendiri.