Fans Dukung Palestina, Celtic Terpaksa Jual Pemain Bintang dari Israel

Celtic sedang mengurus kepindahan pemain Israel ke Liga Amerika Serikat. Sang pemain tak menikmati lagi bermain di Celtic karena fans mendukung Palestina.

oleh ThomasDiterbitkan 05 Maret 2024, 12:00 WIB
Pemain Israel Liel Abada membela Celtic (AFP)

Liputan6.com, Jakarta- Klub Skotlandia Celtic terpaksa menjual pemain bintangnya asal Israel Liel Abada. Pemain sayap berusia 22 tahun itu akan meninggalkan Skotlandia dan melanjutkan kariernya di Liga Amerika Serikat, MLS.

Abada termasuk salah satu bintang Celtic. Musim lalu Abada membuat 13 gol dan sembilan assists dari 47 pertandingan. Celtic pun memberikan kontrak baru berdurasi empat tahun kepada Abada pada musim panas 2023.

Semuanya berubah sejak konflik Israel dan Hamas berkecamuk pada awal Oktober 2023. Abada merasa tidak nyaman lagi bermain bersama Celtic. Pasalnya fans Celtic begitu mendukung Kemerdekaan Palestina.

Sebagian pendukung Celtic menunjukkan dukungan besar kepada Palestina dengan mengibarkan bendera negara atau secara kolektif menyanyikan lagu-lagu dukungan selama pertandingan di Parkhead. Mereka seolah tidak peduli di dalam tim ada pemain asal Israel. Abada pun harus menghadapi tantangan di luar lapangan akibat sikap fans ini.

Pada awal konflik Israel dengan Palestina, Abda masih baik-baik saja karena sedang dalam proses pemulihan cedera. Dia terkena cedera paha pada September lalu yang memerlukan waktu penyembuhan tiga bulan.

Abada baru bisa main lagi akhir Desember 2024. Dia mulai merasakan tekanan karena meski turun bermain fans Celtic tetap memberikan dukungan untuk Palestina. Abada rupanya sangat terganggu. Faktor cedera dan ramainya dukungan fans untuk Palestina mempengaruhi kinerja Abada. Dia belum bisa membuat gol untuk Celtic sejak sembuh dari cedera.


Abada Tak Kuat dengan Tekanan Fans Celtic

Pemain Israel Liel Abada membela Celtic (AFP)

Tak kuat lagi melihat ulah fans, Abada akhirnya memilih absen membela Celtic dalam lima laga terakhir. Dia terakhir kali bermain untuk Celtics pada 7 Februari.

Manajer Celtic Brandan Rodgers mengakui bulan lalu bila Abada kemungkinan akan meninggalkan klub karena merasa tidak cocok dan tidak siap untuk bermain bagi rival abadi Rangers itu akibat sikap fans yang sangat mendukung Palestina.


Kata Pelatih Celtic Soal Nasib Abada

Bek Real Madrid, Ferland Mendy dan pemain Celtic Liel Abada berebut bola dalam pertandingan Grup F Liga Champions di stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, Kamis (3/11/2022). Real Madrid menang telak atas Celtic dengan skor 5-1. (AP Photo/Manu Fernandez)

"Saya telah melakukan banyak percakapan dengan Liel dan saya sangat berempati terhadap masalah yang dia alami. Ini lebih dari sekadar sepak bola. Ini pada tingkat kemanusiaan, jadi saya harus menghormatinya," kata Rodgers.

Lanjut Baca:

"Pekerjaan saya bukan sekadar manajer sepak bola. Ini adalah seorang pemuda, berusia 22 tahun, jauh, jauh dari rumah. Orang bisa membicarakan apa yang terjadi di sana dan kemudian melupakannya. Inilah kenyataan baginya, inilah hidupnya. Setiap hari, setiap malam, keluarga-keluarga berperang, jadi ini adalah situasi yang sangat, sangat sulit baginya. Pada tingkat kemanusiaan, saya memiliki empati yang nyata dan nyata terhadapnya," tutur Rodgers.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya