Liputan6.com, Jakarta Tim Ahli Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Gede Benny Subawa mengatakan, dibangunnya IKN bukan sekedar pemindahan aktivitas pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan, melainkan juga akan dibangun creative hub.
Benny menjelaskan, tujuan dibangun creative hub di IKN Nusantara sebagai wadah generasi muda guna mengoptimalkan kemampuannya.
Advertisement
"Kalau kita bilang infrastruktur kita di IKN akan ada creative hub. Fokusnya untuk anak anak muda yang datang ke IKN dan yang ada di IKN," kata Benny Subawa dalam Talkshow Nusantara Fair 2024: IKN dan Investasi untuk Kreativitas, di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (27/1/2024).
Menurutnya, saat ini ekonomi kreatif sifatnta semakin luas, tidak hanya berfokus pada bagaimana membuat packaging produk yang menarik, tapi meluas ke cara bagaimana mempromosikan produk tersebut dengan menggunakan teknologi dan digitalisasi.
"Kalau kita bicara spektrum ekraf (ekonomi kreatif) itu melebar, kemarin kan kreatif bikin packaging tapi sekarang kreatifnyaa bagaimana menampilkan (mempromosikan produk) itu," jelasnya.
Untuk saat ini, sejalan dengan pembangunan infrastruktur di IKN, Otorita IKN juga terus mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di IKN supaya masyarakat disana bisa maju dan berkembang.
"Kita di IKN lagi ngajakin, mungkin barangnya kurang laku bukan tidak bagus tapi mereka tidak tahu, ketika mereka bikin promosi video, upload algoritmanya kapan yang bagus itu gimana kita ngajarin itu ke temen-temen muda di wilayah IKN," pungkasnya.
Proyek IKN Dikritik Tom Lembong, Otorita IKN Beri Balasan Telak
Sebelumnya, Kepala Otorita IKN Nusantara Bambang Susantono, menegaskan hingga kini telah ada sejumlah investor yang sudah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) di IKN. Artinya, investasi di IKN terus bergeliat.
Hal itu Bambang sampaikan dalam merespon pernyataan Thomas Lembong alias Tom Lembong, yang merupakan Co Captain Timas AMIN. Tom Lembong menyebut, banyak investor yang masih ragu menanamkan modal di IKN Nusantara lantaran margin keuntungannya dinilai belum jelas.
"Loh kan sudah groundbreaking, kalau sudah groundbreaking kan artinya sudah masuk ke tahapan mereka sudah menghitung profitnya seperti apa, kelayakannya seperti apa, ke depannya seperti apa, itu saja sih kalau saya lihat di lapangan," kata Bambang saat ditemui usai membuka Nusantara Fair 2024 yang diselenggarakan di Central Lobby, Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (27/1/2024).
Investasi di IKN Nusantara
Adapun hingga saat ini, investasi yang sudah masuk dalam pembangunan IKN Nusantara mencapai Rp 47,5 triliun. Kata Bambang, nilai Investasi tersebut di luar dana APBN.
"Sekarang ini total investasi publik dan swasta di luar APBN yang kemarin oleh Kementerian PUPR itu sekitar Rp 47,5 triliun hingga groundbreaking yang terakhir," jelasnya.
Namun, dari nominal Rp 47,5 triliun itu yang murni swasta sebesar Rp 35,9 triliun, dan saat ini sedang proses pembangunan.
"Yang swasta bener itu kira-kira Rp 35,9 triliun hampir Rp 36 triliun yang sudah di groundbreaking dan sekarang sedang berproses," pungkas Kepala Otorita IKN Nusantara tersebut.
Balasan Telak Bahlil Usai Timnas AMIN Kritik IKN: Jangan Halusinasi, Mungkin Baru Bangun Tidur
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, merespon kritik yang dilontarkan Captain 2 Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN), Thomas Lembong.
Tom Lembong yang sebelumnya juga merupakan mantan Kepala BKPM ini menilai proyek IKN memang sepi minat investasi sejak pertama kali diinisiasi.
Menanggapi itu, Bahlil mengajak para pihak pengkritik untuk datang langsung melihat proyek IKN. Untuk melihat bagaimana hasil dari realisasi investasi telah berbuah terhadap pembangunan sejumlah fasilitas umum.
"Kita kalau mau sayang negara, bicara yang masuk akal. Jangan bicara halusinasi, dan halusinasinya itu dianggap bahwa, oh itu lah kondisi yang sesungguhnya. Padahal dia lagi mungkin baru bangun tidur itu," ujarnya di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (7/12/2023)."Buktinya apa, pembangunan IKN kan jalan. Hotel, rumah sakit, mal, sport center," beber Bahlil.
Investor Asing ke IKN
Soal belum masuknya investor asing ke IKN, Bahlil kembali menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang saat ini fokus untuk menggaet para pengusaha dalam negeri.
"Bukan enggak ada yang masuk. Harus diingat, sudah ada yang masuk, tapi perintah Presiden yang di cluster A memprioritaskan pengusaha dalam negeri. Agar, yang tempat premium itu dikuasai oleh anak-anak negeri sendiri," tegasnya.
Menurut dia, sejumlah negara asing baik dari Timur Tengah hingga Asia Timur telah memasang mata untuk menanamkan modalnya di proyek IKN.
"Mereka kan masuk dalam tahap kedua, setelah tahap pertama ini selesai. (tahap kedua) setelah kita upacara 17 Agustus (2024). Tapi tanahnya sudah di-clear-kan," kata Bahlil Lahadalia.