Barcelona Ambyar Lawan Real Madrid, Xavi Ungkap Penyebab Utama Gara-Gara Kehilangan Pemain Ini

Xavi menegaskan Barcelona kehilangan seorang prajurit yang menjadi nyawa dari permainan tim. Pemain ini ibarat jiwa dari permainan Barca dan itu tak ada saat lawan Real Madrid.

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 18 Januari 2024, 08:00 WIB
Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez (AFP/Lluis Gene)

Liputan6.com, Barcelona- Barcelona kalah telak 1-4 dari Real Madrid pada final Piala Super Spanyol yang berlangsung di stadion King Saud University beberapa waktu lalu. Tiga gol dari Vinicius Jr dan Rodrygo benamrkan Barca di laga final.

Madrid pun melenggang menjadi juara Piala Super Spanyol 2024. Ini menjadi gelar pertama bagi klub berjulukan Los Blancos itu.

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez menyaksikan kekalahan telak lawan rival bebuyutan nyaris tanpa ekspresi. Dia merasa Barca sudah kehilangan seorang "prajurit" yang harusnya bisa redam Madrid di laga itu.

Pemain yang dimaksud Xavi yaitu Gavi. Seperti diketahui, Gavi cedera panjang saat membela Timnas Spanyol dan mungkin butuh waktu yang lama untuk perawatan.

"Kami kehilangan jiwa kepemimpinan Gavi, hatinya. Cedera Gavi itu seperti menusuk hati. Dia jiwa dari tim ini. Itulah faktanya," kata Xavi seperti dikuti Football Espana.

Gavi memang baru berusia 19 tahun. Namun sejak dipromosikan ke tim senior, Gavi selalu memberikan yang terbaik untuk Barcelona dan kerap mendapatkan julukan "preman" Barca karena permainan kerasnya.

 

 


Xavi Tetap Penuh Ambisi

Barcelona bakal segera memulai musim di La Liga. Xavi Hernandez selaku pelatih kepala Barcelona tampak berbicara dengan Robert Lewandowski di sesi latihan (AFP)

Xavi tetap memandang sisa musim di Barcelona dengan optimistis. Meski banyak rumor yang menyebut nasibnya ditentukan 2-3 laga lagi, Xavi malah ingin meraih trofi lebih banyak dibandingkan musim lalu.

"Saya di sini jadi pelatih karena target sudah tercapai. Barcelona membujuk saya di Qatar dan menyebut target saya hanya posisi 4 besar, tapi kami finis di posisi kedua di musim pertama," ujarnya.

"Tahun lalu, target kami memenangkan La Liga dan kami menangkan gelar itu, juga Piala Super Spanyol. Tahun ini, memenangkan gelar juara lagi, kami gagal di Piala Super Spanyol dan saya minta maaf. Tapi target lolos ke 16 besar Liga Champions, itu tercapai. Kini kami masih mengejar tiga gelar Copa del Rey, la Liga dan Liga Champions."

 


Barcelona Lebih Dekat dengan Sukses Bukan Kalah

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, tampak kecewa setelah anak asuhnya ditaklukkan Girona dalam laga La Liga 2023/2024 jornada 16 di Stadion Olimpic Lluis Companys, Senin (11/12/2023). (AP Photo/Joan Monfort)

 

Xavi mengingatkan, Barcelona musim ini tidak terlalu buruk. Meski tertinggal dari Girona dan Real Madrid di La Liga, Xavi antarkan Barca lolos ke-16 besar Liga Champions.

Lanjut Baca:

"Kami lebih dekat dengan kesuksesan daripada kekalahan. Itu sebuah pesan agar tetap berpikir positif," ujarnya.  Barcelona akan menghadapi Unionistas de Salamanca pada babak 16 besar Copa del Rey Kamis atau Jumat (19/1/2024) dini hari WIB. Sedangkan di Liga Champions, Barcelona hadapi Napoli.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya