Liputan6.com, Jakarta Al Ula adalah sebuah kota di Arab Saudi yang terletak 300 km di sebelah utara Madinah. Menurut catatan sejarah, pemukiman manusia di Al Ula dimulai sekitar abad ke-6 SM. Terletak di Jalur Dupa, sebuah rute perdagangan kuno yang menghubungkan Arab, Mesir, dan India, Al Ula memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan dan peradaban.
Pada masa kepemimpinan Dinasti Nabatean, khususnya di bawah penguasaan Petra, mengukir sejarah baru untuk Al Ula. Kota ini berhasil ditaklukkan oleh bangsa Romawi, dan Nabatean menjadikan al-Hijr atau Madain Saleh sebagai ibu kota baru mereka.
Advertisement
Menurut hasil penelitian United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Madain Saleh, yang menjadi pewaris peradaban Nabatean, menyimpan 114 makam yang menjadi saksi bisu dari kejayaan masa lalu. Makam-makam ini memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat Nabatean dan kekayaan budaya mereka.
Meski nilai sejarah dan kebudayaan yang tinggi, Al Ula juga memiliki reputasi yang buruk di kalangan umat Islam. Al Ula juga dikenal sebagai tempat tinggal kaum Tsamud yang durhaka dan mendapat azab dari Allah SWT.
Kaum Tsamud adalah salah satu kaum yang disebutkan sebagai kaum yang mendustakan Nabi Saleh dan menentang perintah Allah SWT.
Bahkan Nabi Muhammad SAW mewanti-wanti umatnya agar jangan berkunjung ke kota ini.
Setelah ratusan tahun dianggap sebagai kota hantu maupun kota terkutuk, pemerintah Arab Saudi berencana membangun kembali kota terlarag tersebut menjadi destinasi wisatawan.
Pada 2022, Arab Saudi dilaporkan mengucurkan modal hingga US$15 miliar atau sekitar Rp214 triliun untuk proyek kota Al Ula. Pembangunan Al Ula rencananya dibagi menjadi tiga tahap yakni 2023, 2030, 2035. Sebagai dana awal, Saudi memberi US$2 miliar atau sekitar Rp28 triliun untuk mengembangkan kawasan Al Ula.
Berikut potret kota Al Ula yang dihindari Nabi Muhammad SAW yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (10/1/2024)