Bintang Manchester United Hingga Liverpool Ajak Fans di Indonesia Hindari Konten Bajakan

Kampanye masif diadakan Premier League agar masyarakat sadar bahaya dari konten ilegal di internet.

oleh ThomasDiterbitkan 15 Desember 2023, 15:00 WIB
Pemain Liverpool, Mohamed Salah (tengah) dijaga ketat dua pemain Manchester United, Fred (kiri) dan Diogo Dalot pada laga Premier League 2022/2023 di Anfield Stadium, Liverpool (5/3/2023). Mohamed Salah menahbiskan diri menjadi pemain dengan jumlah gol terbanyak pada laga Liverpool kontra manchester United sepanjang sejarah Premier League Liga Inggris. Dengan tambahan 2 gol dan 2 assist saat The Reds membantai MU 7-0 di laga terakhir (5/3/2023), hingga kini ia telah mencetak total 10 gol dan 4 assist dari 11 laga. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta- Para pemain Premier League dari berbagai klub di antaranya dari Manchester United dan Liverpool mengajak para penggemarnya di Indonesia untuk menghindari menonton konten bajakan karena adanya risiko dan dampak merugikan dari streaming konten ilegal.

Di penghujung tahun 2023 ini, Premier League kembali meluncurkan kampanye 'Boot Out Piracy' untuk musim keempat di Indonesia.

Kampanye tahun ini menampilkan para bintang Premier League, antara lain Casemiro (MU), Diogo Jota (Liverpool), Julio Enciso (Brighton & Hove Albion), Abdoulaye Doucouré (Everton), dan Taiwo Awoniyi (Nottingham Forest).

Dalam serangkaian video yang akan muncul di berbagai kanal digital, pemain-pemain tersebut menekankan bahwa orang-orang yang mengakses konten Premier League melalui situs web atau perangkat streaming tidak resmi akan membuat diri mereka rentan terhadap ancaman serangan siber, termasuk malware dan ransomware yang berbahaya.

Hal ini menimbulkan bahaya penipuan dan pencurian data yang dapat merugikan secara finansial, dan tentunya pengalaman menonton klub kesayangan anda terancam terganggu dengan kualitas streaming yang buruk.

Sebuah laporan yang dirilis oleh Digital Citizens Alliance pada bulan Juni 2023, berjudul 'Giving Piracy Operators Credit', mendapati bahwa 44 persen pengguna yang mengakses konten bajakan secara online pernah mengalami kasus pencurian identitas.

Laporan yang sama juga mendapati bahwa 46 persen pengguna yang mengakses konten bajakan terkena malware, dibandingkan dengan hanya sembilan persen yang tidak mengakses konten bajakan.


Bahaya Link Live Streaming Ilegal

Gol ketiga Mohamed Salah dicetak di menit ke-50. Menerima umpan terobosan dari Jordan Henderson, Salah melakukan sprint hingga masuk ke dalam kotak penalti mendekati David De Gea lalu melepaskan sepakan kaki kiri yang yang tak terduga. (PA via AP/Martin Rickett)

Profesor Paul Watters, seorang konsultan dan peneliti keamanan siber terkemuka, mengatakan: "Ada banyak kerugian akibat serangan malware pada tahun 2022. Konsumen harus menyadari bahwa situs dan aplikasi yang melakukan streaming konten bajakan adalah salah satu sumber utama serangan ini. Meskipun perangkat lunak antivirus dapat membantu konsumen, namun perangkat lunak ini tidak mampu mengimbangi banyaknya varian malware yang muncul setiap harinya. Obat terbaik adalah pencegahan – hindari situs-situs yang menyimpan dan mendistribusikan malware."

Premier League bekerja sama dengan otoritas lokal di seluruh Asia dan di seluruh dunia untuk menindak operator situs web dan pemasok perangkat streaming ilegal. Premier League juga sangat mengapresiasi kerja badan pengatur Pemerintah Indonesia atas upaya berkelanjutannya dalam menargetkan sindikat pembajakan olahraga yang beroperasi di wilayahnya.

Lanjut Baca:

Sejauh ini, upaya tersebut telah memblokir lebih dari 6.000 domain dan 750 IP yang menampung konten bajakan. Selain itu pemerintah Indonesia telah mencegah streaming ilegal Premier League dan konten lain serta membatasi akses ke operasi perjudian tak berizin dan tak teregulasi yang menimbulkan risiko tidak patut terhadap konsumen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya