Beli Emas di Pegadaian Bisa Online Mulai 1 April

PT Pegadaian (Persero) memastikan akan merilis secara resmi sistem transaksi pembelian emas berbasis online pada 1 April 2013.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Maret 2013, 07:50 WIB
PT Pegadaian (Persero) memastikan akan merilis secara resmi sistem transaksi pembelian emas berbasis online mulai 1 April 2013.
 
Hal ini diungkapkan Direktur Bisnis II Pegadaian, Wasis Djuhar. "Kami sudah siap me-launching sistem transaksi beli emas online di 1 April ini," tuturnya kepada Liputan6.com, Jakarta, beberapa waktu lalu. 
 
Namun dia menjelaskan, saat ini perseroan telah menguji coba sistem tersebut untuk mempermudah nasabah yang ingin bertransaksi beli emas secara online. Hanya saja, masih terbatas menggunakan pembayaran dari satu perbankan.
 
"Jadi nanti akan ada langkah-langkah yang harus dilewati kalau mau beli emas online. Lalu sistem pembayarannya pakai klik Bank Mandiri," ucapnya. 
 
Setelah transaksi berhasil, lanjut Wasis, nasabah dapat mengambil fisik emas di cabang Pegadaian di daerah Kramat, Jakarta. "Sekarang memang baru bisa diambil di cabang Kramat, tapi paska sistem launching sudah bisa diorder di cabang-cabang Pegadaian terdekat di kota nasabah," tukas dia. 
 
Selain itu, pihaknya juga akan menambah sistem pembayaran melalui beberapa perbankan lain, seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI). Dia menyebut, kedua perbankan pelat merah itu telah berminat melayani para nasabah Pegadaian yang ingin bertransaksi emas online. 
 
"Di sisa waktu ini, kami gunakan untuk menyempurnakan sistem online emas serta mensosialisasikannya ke seluruh cabang Pegadaian, termasuk masyarakat luas," tandas Wasis. 
 
Strategi ini, dia bilang, ditempuh demi menggenjot target penjualan emas sepanjang tahun ini sebanyak 3 juta ton. Dengan begitu, pihaknya berharap dapat menutup tahun 2013 dengan realisasi nilai penjualan emas mencapai Rp 1,5 triliun
 
Sedangkan pada bulan pertama lalu, perseroan meraup omzet Rp 145 miliar dari aktivitas penjualan emas. Dan merosot menjadi lebih dari Rp 130 miliar di Februari 2013. Namun omzet akan kembali meroket pada Maret ini sekitar lebih dari Rp 150 miliar. (Fik/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya