Liputan6.com, Jakarta - Dalam dunia sepak bola yang penuh persaingan, kesetiaan sering kali dianggap sebagai sesuatu yang sangat berharga. Hubungan antara pemain dan klub menjadi sesuatu yang suci di tengah godaan uang. Maka sangat mengejutkan ketika pemain bintang memutuskan untuk pindah dan bahkan bergabung dengan klub rival.
Para pemain ini, dalam upaya mencari tantangan baru, imbalan finansial, atau kemajuan karier, sering kali dianggap sebagai "pengkhianat" oleh pendukung setia.
Advertisement
DPadai dunia sepak bola modern, kesetiaan semakin sulit ditemukan. Hari-hari ketika pemain menghabiskan seluruh kariernya di satu klub, seperti Paolo Maldini di AC Milan atau Ryan Giggs di Manchester United, tampaknya telah menjadi kenangan.
Lanskap sepak bola saat ini ditandai dengan transfer besar, kontrak menguntungkan, dan pencarian kejayaan pribadi, seringkali dengan mengorbankan kesetiaan yang dulu mereka miliki terhadap klub, seperti yang terjadi dengan Carlos Tevez saat pindah ke Manchester City dan Robin Van Persie yang bergabung dengan rival Arsenal.
Hal ini merupakan cerminan dari perubahan dramatis dalam budaya dan dinamika sepak bola, di mana faktor-faktor seperti finansial dan ambisi pribadi sering kali mengalahkan kesetiaan klub.
Dalam artikel ini, Liputan6.com akan mengungkapkan lima pemain bintang yang dicap penghianat usai membelot ke klub rival. Simak di halaman berikut.
Carlos Tevez
Keputusan Carlos Tevez untuk berpindah dari Manchester United ke Manchester City pada tahun 2009 menciptakan kejutan besar di seluruh kota Manchester.
Penggemar MU sebelumnya menganggap Tevez sebagai pahlawan, dan peralihannya ke rival seangkatan mereka dipandang dengan kemarahan dan tuduhan ketidaksetiaan.
Namun, Tevez, dengan cepat berkembang di City dan memegang peran kunci dalam kebangkitan mereka menjadi tim kuat, dengan akhirnya membantu mereka meraih gelar Liga Inggris pertama mereka dalam 44 tahun.
Luis Figo
Hanya sedikit transfer dalam sejarah sepak bola yang mengundang kontroversi sebagaimana kepindahan Luis Figo dari Barcelona ke Real Madrid pada tahun 2000.
Figo, yang menjadi ikon di Barcelona, membuat langkah transfer senilai €60 juta ke rival sengitnya yang mengejutkan. Langkah tersebut dianggap sebagai pengkhianatan oleh pendukung Barcelona, sehingga Figo bahkan menjadi sasaran lemparan benda, termasuk sebuah kepala babi, selama pertandingan El Clásico.