Dolog Beroperasi, Harga Gula Pasir Tetap Tinggi

Harga gula pasir di berbagai daerah se-Indonesia masih di kisaran Rp 4.200 sampai Rp 6.500 per kg. Operasi pasar di Makassar, Sulsel, ricuh karena pedagang eceran nyaris tak mendapat jatah.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 Mei 2003, 20:30 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Operasi pasar yang digelar depot logistik sejumlah daerah belum menurunkan harga gula pasir secara signifikan. Rata-rata pedagang di berbagai daerah masih menjual komoditi ini seharga Rp 4.200 sampai Rp 6.500 per kilogram. Sebagian pedagang menyatakan, kondisi itu terjadi karena tak semua pengecer kebagian jatah gula pasir yang dikeluarkan Badan Urusan Logistik itu. Sebagian pengecer lain malah memilih membeli gula pasir pada distributor tertentu dengan alasan pembayaran bisa menyicil. Demikian pemantauan SCTV di sejumlah pasar tradisional se-Indonesia, Sabtu (3/5).

Di sejumlah pasar di Jakarta yang mendapat giliran operasi pasar sejak Selasa pekan ini, harga komoditi tersebut masih terbilang tinggi [baca: Dolog Jakarta Menggelar Operasi Pasar]. Di Pasar Mampang, Jakarta Selatan misalnya. Gula pasir dilepas dengan harga antara Rp 5.000 sampai Rp 5.500 per kg. Kisaran ini tak terlalu jauh dibanding sebelum operasi pasar diadakan yakni sebesar Rp 5.500-Rp 6.000 per kg.

Pedagang di Bandung, Jawa Barat, memasarkan gula pasir antara Rp 4.500 hingga Rp 5.000 per kg sedangkan di Semarang, Jawa Tengah, Rp 5.200-Rp 6.000 per kg. Di Medan, Sumatra Utara, kebutuhan ini bernilai Rp 4.200-Rp 4.500 per kg. Sementara di Makassar, Sulawesi Selatan, gula pasir berkisar Rp 4.700-Rp 5.200 per kg. Dan yang tertinggi di Ambon dengan harga mulai Rp 6.000 hingga Rp 6.500 per kg. Keadaan ini juga terjadi di berbagai daerah lain setelah operasi pasar dilangsungkan [baca: Operasi Pasar Belum Menurunkan Harga Gula].

Ketidaksempurnaan operasi pasar bukan hanya soal warga yang tak kebagian. Program ini juga bermasalah di putaran distribusi, seperti yang terjadi di Pasar Pabaeng-baeng, Makassar. Di sana, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel memutuskan gula pasir tidak disalurkan merata kepada pengecer melainkan satu koperasi pasar yang baru dibentuk. Nantinya, pedagang eceran harus membeli dari koperasi itu dengan harga Rp 4.300 per kg. Padahal Disperindag Sulsel telah menetapkan harga gula pasir Rp 4.000 per kg.

Pedagang eceran pun berang. Mereka berteriak-teriak mengusir truk pengangkut gula pasir agar mengembalikan komoditi itu ke gudang dolog. Mereka juga memprotes dolog setempat yang kerap mengubah-ubah harga gula pasir dari Rp 4.300 menjadi Rp 4.000 per kg atau sebaliknya. Operasi pasar kali ini nyaris gagal bahkan berpotensi menimbulkan insiden jika petugas dolog tak segera menjual gula pasir kepada pedagang eceran dengan harga Rp 4.000 per kg. Setelah itu para pedagang bubar dengan tertib.(MTA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya