Liputan6.com, Jakarta- PT PLN (Persero) menjadi salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dijadikan bahan hoaks, bahkan informasi palsu tersebut menjadi modus penipuan.
Cek Fakta Liputan6.com telah mendapati sejumlah hoaks mencatut PLN yang dijadikan jalan aksi penipuan, dari perubahan ID pelanggan hingga seleksi karyawan.
Advertisement
Berikut kumpulan hoaks yang mencatut PLN sebagai modus penipuan.
Penggantian Nomor ID PLN Minta Biaya Rp 400 Ribu
Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi penggantian nomor ID PLN meminta biaya Rp 400 ribu, kabar tersebut beredar di tengah masyarakat lewat aplikasi percakapan.
Informasi penggantian nomor ID PLN meminta biaya Rp 400 ribu berupa lembar tanda bukti pembayaran, bertuliskan "TANDA BUKTI PEMBAYARAN PENGGANTIAN NO.ID (PLN)" disertai dengan logo PLN.
Pada lembar tersebut juga terdapat sejumlah keterangan seperti nomor ID pelanggan, nominal biaya penggantian sebesar Rp 400 ribu dan keterangan pebayaran untuk penggantian nomor .
Dalam lembar tersebut juga terdapat logo PLN dan cap merah yang bertuliskan PT PLN (Persero) yang posisinya sama dengan kolom tanda tangan.
Benarkah informasi penggantian nomor ID pelanggan PLN meminta biaya Rp 400 ribu? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam artikel berikut ini....
Pembagian Token Gratis PLN dengan Unduh Aplikasi Tertentu
Beredar di media sosial postingan yang mengklaim ada pembagian token gratis dari PLN dengan cara mengunduh aplikasi tertentu. Postingan ini beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 6 Maret 2023.
Dalam postingannya terdapat gambar berjudul "Aplikasi Token PLN Gratis". Lalu ada narasi "aplikasi subsidi token PLN 2023 kuota terbatas dan hanya untuk hari ini, instal untuk mendapatkannya".
Lalu akun itu menambahkan narasi "Jangan Sampai Gak kebagian Ya"
Lalu benarkah postingan yang mengklaim ada pembagian token gratis dari PLN dengan cara mengunduh aplikasi tertentu? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini...
Surat Pemanggilan Seleksi Calon Karyawan PLN Minta Biaya Akomodasi
Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi surat pemanggilan seleksi calon karyawan PT PLN (Persero), informasi tersebut beredar di tengah masyarakat.
Surat panggilan seleksi karyawan PLN tersebut terdapat 5 lembar, lembar pertama disertai kepala surat mengatasnamakan PT Perusahaan Listrik Negara yang disertai logo perusaan tersebut dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang ditujukan kepada para calon Karyawan BUMN PT PLN (persero).
Pada lembar pertama tersebut terdapat pernyataan kelulusan mengikuti seleksi rekrutmen karyawan tahap berikutnya dan jadwal tahapan seleksi mulai pada 11 sampai 13 Juli 2022.
Berikutnya di lembar kedua dan ketiga terdapat 90 nama calon karyawan yang dinyatakan lulus untuk mengikuti seleksi.
Pada lembar keempat, para calon karyawan diarahkan untuk segera konfirmasi kesediaan atau ketidak bersediaan untuk mengikuti proses seleksi tersebut dengan mengirim format sebagai berikut.
PLN - NAMA/NO.TES - HADIR/TIDAK
Untuk konfirmasi kehadiran para peserta diarahkan untuk mengirim pesan singkat ke nomor +62 852-5565-6908 atas nama Ketua Tim Recruitment Drs.Albertus Noach Alexander Ansanay. M.Ak.
Masih dalam lembar tersebut, peserta diminta untuk membayar biaya akomodasi saat tes, biaya tersebut nantinya akan diganti oleh pihak PLN.
Pada lembar kelima, terdapat formulir registrasi untuk reservasi tiket transportasi dan registrasi kartu peserta tes interview.
Setelah ditelusuri, informasi surat pemanggilan seleksi calon karyawan PLN ternyata tidak benar alias hoaks.
PLN tidak melakukan korespondensi terkait rekrutmen dan tidak memungut biaya apapun selama pelamar mengikuti seleksi yang diselenggarakan PLN. Selain itu, tidak ada sistem refund atau penggantian biaya transportasi dan akomodasi yang berkaitan dengan pelaksanaan seleksi.
Baca selengkapnya di tautan berikut ini.
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.