Kaum Syiah Menentang Jay Garner

Penguasa sipil Irak yang ditunjuk AS Jay Garner bertemu dengan berbagai faksi membahas masa depan politik negara itu. Ribuan massa kaum Syiah menentang pertemuan tersebut karena dianggap tak aspiratif.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 April 2003, 20:49 WIB
Liputan6.com, Baghdad: Sekitar 400 tokoh politik Irak berkumpul di Convention Hall Baghdad, Irak, membahas pembentukan pemerintahan baru pascarezim Saddam Hussein, Senin (28/4). Pertemuan yang dihadiri penguasa sipil Irak versi Amerika Serikat Jenderal Purnawirawan Jay Garner itu adalah lanjutan pertemuan Nassiriyah 15 April silam. Pemimpin Sekolah Teologi Najaf ditunjuk sebagai wakil kaum Syiah. Lewat pembicaraan ini, Garner berharap, proses pembentukan pemerintahan baru dapat dimulai pekan depan.

Diskusi mengenai nasib politik negeri kaya minyak tersebut diwarnai unjuk rasa ribuan massa Syiah. Mereka berkumpul di luar gedung pertemuan dan jalan-jalan Kota Baghdad memprotes penunjukan Sekolah Teologi Najaf sebagai perwakilan kelompok oposisi Saddam ini. Mereka menilai, Sekolah Teologi Hawzah lebih mewakili aspirasi mereka. Massa juga menentang keterlibatan Garner dalam pembentukan pemerintahan baru karena menurut mereka, yang berhak menentukan masa depan Irak hanyalah rakyat Irak [baca: Amerika Diharapkan Segera Angkat Kaki].

Di lain pihak pasukan AS di Baghdad senin ini menangkap sejumlah orang yang diduga anggota agen rahasia putra Saddam Hussein, Uday [baca: Anak Buah Uday Saddam Hussein Ditangkap]. Mereka digerebek di sebuah gedung bersama sejumlah barang bukti berupa uang tunai, pakaian wanita, dan seperangkat senapan Kalashnikov. Menurut seorang warga, selain menjalankan praktik prostitusi, orang-orang itu juga kerap meneror warga.(MTA/Idr)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya