Liputan6.com, Jakarta Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia menemukan masalah pelik jelang balapan di MotoGP Inggris yang berlangsung di sirkuit Silverstone, Minggu (6/8/2023). Ini dirasakannya saat ikut sprint race pada Sabtu.
Bagnaia yang start dari posisi ke-4 bisa dengan mudah dilewati lawan. Saking lambatnya, dia pun mulai mengkhawatirkan bisa membahayakan pembalap lain di lintasan saat balapan MotoGP Inggris berlangsung.
Advertisement
Pecco Bagnaia sudah merasakan ada masalah di motornya saat sesi pemanasan. Itu tidak terjadi saat dia finis di posisi ke-2 pada FP2 atau sesi kualifikasi.
"Tim saya sudah bekerja dan mencoba untuk mengerti data apa yang terjadi," kata Bagnaia seperti dikutip crash.
"Pagi ini basah, saya masih posisi kedua di FP2 dan pada kualifikasi saya berjuang untuk raih pole. Lalu saat pemanasan, saya bisa merasakan ada yang tak beres dengan motor dan sulit untuk melakukan apa saja."
Hingga kini, meski gagal di sprint race, Pecco Bagnaia masih memimpin klasemen MotoGP dengan 194 poin. Sedangkan posisi dua disusul oleh Marco Bezzecchi 167 poin dan Jorge Martin posisi ketiga (164 poin).
Bagnaia Finis di Posisi ke-14 di Sprint Race
Bagnaia untuk pertama kali tidak finis di posisi 10 besar di sepanjang MotoGP 2023. Itu terjadi saat dia finis di posisi ke-14 di sprint race.
Meksi tak paham apa yang terjadi, namun dia yakin tak berkaitan dengan setelan mesin.
"Para pembalap menyalip saya dari dalam dan luar, saya sudah mencapai batas terus pelan seperti ini, ini sangat sulit tapi saya tahu level saya dan posisi ke-14 bukan posisi kami," ujarnya.
"Saya yakin masalah ini bukan karena setelan mesin. Kami masih punya waktu untuk bereskan masalah jelang balapan."
Bagnaia Harapkan Trek Kering di Sirkuit Silverstone
Meski sesi Sabtu diwarnai hujan, cuaca di sirkuit Silverstone diprediksi kering saat balapan. Ini tentu jadi berkah buat Bagnaia.
"Sore kemarin, saya merasa enak dengan ban bekas. Gabungan baru dan bekas juga saya bisa kompetitif. Di trek ini, Anda memang harus benar-benar menjaga keausan ban," ujarnya.