3 Alasan Prabowo Subianto, Jelaskan Mau Gabung dengan Presiden Jokowi Usai Bersaing di Pilpres

Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya bergabung ke pemerintahan Presiden (Jokowi usai bersaing di pemilihan presiden atau Pilpres 2014 dan 2019.

oleh Devira PrastiwiDiperbarui 17 Juli 2023, 09:39 WIB
Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya bergabung ke pemerintahan Presiden (Jokowi usai bersaing di pemilihan presiden atau Pilpres 2014 dan 2019. (Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pidato di hadapan ribuan kader Partai Gerindra dalam acara Konsolidasi Kader Partai Gerindra Dapil 4 Jakarta Timur di Jakarta Internasional Velodrome, Rawamangun, Jawa Timur, Minggu, 16 Juli 2023.

Dalam kesempatan itu, ada sejumlah hal yang disampaikan Prabowo Subianto. Salah satunya ia mengungkapkan alasannya bergabung ke pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai bersaing di pemilihan presiden atau Pilpres 2014 dan 2019. Prabowo menyebut memiliki hati yang sama dengan Jokowi.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi? Kenapa, kenapa saya sekarang berjuang bersama beliau karena setelah saya berinteraksi, walaupun kita pernah rival berseberangan dulu kompetensi, walaupun saya dikalahkan dua kali, tapi saya merasa beliau hatinya sama dengan saya cinta merah putih. Karena itu saya tidak ragu (bergabung)," ujar Prabowo dalam sambutannya, Minggu, 16 Juli 2023.

Kemudian dia mengatakan, kepemimpinan Presiden Jokowi telah berhasil mengatasi Covid-19 di Indonesia. Tak hanya itu, kata Prabowo, di Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi juga masih tenang dan damai di tengah kondisi perang.

"Kita lewati dan di mana-mana ada perang, di mana-mana ada pertikaian, ada kerusuhan di mana-mana. Alhamdulillah, di Indonesia masih tenang, masih sejuk, masih damai," ucap dia.

Tak hanya itu, Prabowo juga menekankan dirinya memang bertekad untuk memimpin Indonesia. Hal ini disebabkan karena Prabowo tak ingin bangsa Indonesia kembali tertindas dan diinjak-injak oleh negara lain.

"Kalau ada yang tanya kenapa Prabowo begitu bertekad, bergitu berhasrat, begitu keras kemauan dan kehendak untuk ikut membangun bangsa dan rakyatnya, karena itu saya merasa bangsa saya tertindas," kata Prabowo.

Berikut sederet penjelasan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus calon presiden (capres) Prabowo Subianto terkait alasannya mau bergabung dengan pemerintahan Presiden Jokowi dalam acara Konsolidasi Kader Partai Gerindra Dapil 4 Jakarta Timur dihimpun Liputan6.com:

 

1. Jelaskan Alasan Mau Bergabung dengan Presiden Jokowi Meski Sempat Jadi Lawan

Dalam pertemuan ini, hadir para sejumlah elite Partai Gerindra dan PAN. Mulai dari, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman, Ketua DPP Gerindra DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, hingga Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno. (merdeka.com/Imam Buhori)

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali mengungkapkan alasannya bergabung ke pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, usai bersaing di pemilihan presiden (Pilpres) 2014 dan 2019. Prabowo menyebut memiliki hati yang sama dengan Jokowi.

Hal ini disampaikan Prabowo di hadapan ribuan kader Partai Gerindra dalam acara Konsolidasi Kader Partai Gerindra Dapil 4 Jakarta Timur di Jakarta Internasional Velodrome, Rawamangun, Jawa Timur, Minggu 16 Juli 2023.

"Kenapa saya bergabung dengan Pak Jokowi, kenapa, kenapa saya sekarang berjuang bersama beliau karena setelah saya berinterkasi, walaupun kita pernah rival bersebrangan dulu kompetensi, walaupun saya dikalahkan 2 kali, tapi saya merasa beliau hatinya sama dengan saya cinta merah putih. Karena itu saya tidak ragu (bergabung)," ujar Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo menyatakan tidak ada keraguan sama sekali dalam keputusannya untuk bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi. Dia mengaku mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.

"Untuk itu saya tidak ragu-ragu, terima kasih saudara teriak Prabowo Presiden, saya jadi presiden atau tidak saya akan tetap bela bangsa Republik Indonesia. Seumur hidup saya, setiap langkah saya, setiap tahap pengabdian saya, selalu utamakan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia," tuturnya.

Dia mengatakan kepemimpinan Jokowi telah berhasil mengatasi Covid-19 di Indonesia. Tak hanya itu, kata Prabowo, di Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi juga masih tenang dan damai di tengah kondisi perang.

"Kita lewati dan di mana-mana ada perang, di mana-mana ada pertikaian, ada kerusuhan di mana-mana. Alhamdulillah, di Indonesia masih tenang, masih sejuk, masih damai," ujarnya.

"Kenapa? Karena pemimpin-pemimpinnya arif dan bijaksana," sambung Prabowo.

Prabowo menyampaikan dirinya diajak Jokowi masuk ke pemerintahannya usai Pilpres 2024 untuk menjaga ketenangan di Indonesia. Menurut dia, hal ini penting demi keberlanjutan ekonomi di Tanah Air.

"Dengan saya diajak oleh Presiden Jokowi bersama-sama kita menjaga ketenangan, bersama-sama kesejukan sehingga rakyat kita, sehingga petugas-petugas kita, dokter-dokter kita, perawat-perawat kita, profesor-profesor kita, insinyur-insiyur kita, pengusaha-pengusaha kita semuanya dapat bekerja dengan baik sehingga ekonomi stabil, inflasi terkendali, rakyat terlindungi," ucap dia.

 

2. Tegaskan Tak Rela Bangsa Indonesia Tertindas dan Rakyat Dihina, Ajak Masyarakat Tak Balas Dendam atas Penjajahan Belanda

Sebelum bertemu dengan Prabowo, Zulkifli Hasan mengungkapkan partainya bersama Golkar dan PPP yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan berusaha membuat koalisi kebangsaan atau yang dianggap kini jadi koalisi besar yang melibatkan koalisi Indonesia Raya (Gerindra dan PKB) serta PDI Perjuangan (PDIP). (merdeka.com/Imam Buhori)

Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya begitu berhasrat memimpin maupun membangun Indonesia. Prabowo Subianto merasa tidak terima bangsa Indonesia direndahkan pada masa kolonial Belanda.

"Saya juga pernah mengalami, di Manggarai, waktu saya pangkat letnan, ada kolam renang di Manggarai. Mungkin sekarang sudah dihancurkan sudah jadi mal. Waktu saya masuk kolam renang itu tahun '78 saya masih ingat, saya lihat di dinding, ini adalah kolam renang bekas Belanda," kata Prabowo.

Prabowo menyebut, pada dinding tersebut ada suatu prasasti bertuliskan Honden En Inlander Verboden'. Artinya anjing dan pribumi dilarang.

"Di dinding ada satu prasasti, prasasti tertutup lumut. Saya tertarik, apa di prasasti ini, saya bersihkan saya kaget saudara-saudara, di situ ada kata-kata dalam bahasa Belanda, 'Honden En Inlander Verboden'," ungkapnya.

"Artinya, 'honden' anjing, dan 'inlander' itu pribumi. Anjing dan pribumi dilarang. Jadi kita-kita ini tidak boleh masuk kolam renang kalau zaman Belanda. Karena kita lebih rendah dari anjing. Honden en inlander, bukan inlander en honden, honden dulu," kata Prabowo.

Meski begitu, Prabowo tidak bermaksud dendam kepada Belanda. Menurutnya, Indonesia adalah bangsa besar yang mengajarkan kebaikan. Dia pun bersyukur pemimpin Belanda sudah minta maaf kepada Indonesia.

"Saudara-saudara, saya saksi, saya lihat, kok bangsa saya dianggap lebih rendah dari anjing. Tapi saudara-saudara, jangan, kita tidak dendam. Kita bangsa yang besar, bangsa yang ramah, ajaran orang tua kita baik, ajaran kiai-kiai kita baik, ajaran semua agama yang ada di Indonesia mengajarkan kebaikan. Jangan benci, jangan dendam walaupun kita dihina seperti itu, saya tidak mengajak kita untuk kembali mereka, tidak," tuturnya.

"Alhamdulillah sekarang pemimpin-pemimpin Belanda sadar apa yang mereka lakukan terhadap bangsa kita, rajanya sudah minta maaf, lumayan minta maaf. Kekayaan udah diambil dia minta maaf, oke. Ya lumayan, minimal minta maaf," sambung dia.

 

Maka dari itu, Menteri Pertahanan ini terus bertekad membangun Indonesia karena tidak rela bangsanya ditindas. Prabowo ingin bangsa Indonesia menjadi terhormat dan tidak dihina.

"Demikian itu saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. Jadi kalau ada yang tanya kenapa Prabowo begitu bertekad, begitu berhasrat, begitu keras kemauan dan kehendak untuk ikut membangun bangsa dan rakyatnya, itu sebabnya," ungkapnya.

"Karena saya merasa bangsa saya tertindas, rakyat saya dihina, rakyat saya dianggap lebih rendah dari anjing. Saya tidak rela, saya ingin bangsa ini terhormat," sambung Prabowo.

 

3. Sebut Jangankan Jabatan, Nyawa Juga Akan Diberikan ke Bangsa dan Rakyat

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama relawan Jokowi Mania (Joman) menyampaikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Rumah Kertanegara, Jakarta, Kamis (16/2/2023). Dalam pertemuan tersebut, relawan Joman sepakat mendukung Prabowo Subianto untuk Pilpres 2024 dan bertransformasi menjadi Prabowo Mania 08. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Lalu, Prabowo Subianto menekankan dirinya telah mempertaruhkan nyawanya untuk Indonesia, sejak berusia remaja. Dia menyampaikan hal tersebut tak akan berubah hingga saat ini.

"Seumur hidup saya, setiap langkah saya, setiap pengabdian saya, saya selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia," terang dia.

"Jangankan jabatan, nyawa saya berikan kepada bangsa dan rakyat," sambungnya.

Untuk itu, dia akan tetap membela bangsa dan rakyat Indonesia, meskipun nantinya dirinya tak terpilih menjadi presiden. Ketua Umum Partai Gerindra itu menuturkan bahwa dirinya kerap ikut dalam pertempuran untuk membela Indonesia.

"Bagi saya, kehormatan tertinggi adalah apabila saya bisa berguna dan bermanfaat bagi bangsa dan rakyat saya," jelas Jokowi.

Infografis Momen Swafoto Kuatkan Wacana Duet Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya