Liputan6.com, Surabaya: Sejumlah personel Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Pengendalian Masyarakat Kepolisian Kota Besar Surabaya membongkar Pasar Wonokromo, Selasa (22/4) siang. Aksi pembongkaran ini mendapat perlawanan dari sejumlah pedagang. Bentrokan pun akhirnya tak dapat dihindari.
Bentrokan berawal ketika sejumlah pedagang dan polisi saling melempar batu. Para pedagang yang bersembunyi di balik kios menolak pembongkaran itu. Mereka bersama-sama melempari polisi yang tengah mengawasi ekskavator membongkar kios-kios dari kayu. Melihat hal itu, polisi langsung mengejar para pedagang. Saat mengejar para pedagang, polisi berhasil menangkap seorang pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam.
Ini bukan pertama kali Pasar Wonokromo dibongkar. Pekan silam, polisi juga berupaya membongkar kios yang ada di pasar itu. Namun, pembongkaran dihentikan karena lima pedagang dan dua pemulung menderita luka-luka akibat tertimpa bangunan [baca: Pembongkaran Pasar Wonokromo Memakan Korban]. Rencananya, bangunan Darmo Trade Center akan berdiri di lokasi Pasar Wonokromo. Sedangkan para pedagang untuk sementara ditampung di Jalan Ahmad Yani Surabaya.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)
Bentrokan berawal ketika sejumlah pedagang dan polisi saling melempar batu. Para pedagang yang bersembunyi di balik kios menolak pembongkaran itu. Mereka bersama-sama melempari polisi yang tengah mengawasi ekskavator membongkar kios-kios dari kayu. Melihat hal itu, polisi langsung mengejar para pedagang. Saat mengejar para pedagang, polisi berhasil menangkap seorang pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam.
Ini bukan pertama kali Pasar Wonokromo dibongkar. Pekan silam, polisi juga berupaya membongkar kios yang ada di pasar itu. Namun, pembongkaran dihentikan karena lima pedagang dan dua pemulung menderita luka-luka akibat tertimpa bangunan [baca: Pembongkaran Pasar Wonokromo Memakan Korban]. Rencananya, bangunan Darmo Trade Center akan berdiri di lokasi Pasar Wonokromo. Sedangkan para pedagang untuk sementara ditampung di Jalan Ahmad Yani Surabaya.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)